Laman

27 Apr 2018

Lulusan SMK banyak menganggur karena kualitasnya tak layak

Niat pemerintah membekali tenaga kerja terampil lewat SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) melahirkan masalah lain: ledakan pertumbuhan jumlah lulusan SMK.

image

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy setidaknya kini ada 13.900 SMK dikelola swasta dan 3.400 yang dikelola negeri. Namun sayangnya tidak diikuti dengan pertumbuhan kualitas.

Muhadjir menceritakan, ada SMK yang jumlah siswanya hanya 50 anak dalam satu sekolah. Artinya rata-rata hanya ada 10 siswa setiap kelas.

"Kelihatan ideal, tapi malah 'terlalu' ideal karena hanya membangun, tidak disertai dengan kualitas yang baik," ujar Muhadjir, Kamis (26/4/2018) seperti dikutip dari Kompas.com.

Sebab kualitasnya tak sesuai ini, banyak lulusan SMK banyak yang menganggur karena tidak layak diserap lapangan kerja.

Salah satu contoh adalah lulusan SMK di Jakarta. Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, 30 persen lulusan SMK ini menganggur. Sebabnya, mereka tak mampu bersaing di dunia kerja.

Secara nasional, bahkan pengangguran di Indonesia banyak disumbang oleh mereka yang pernah mengenyam pendidikan di SMK.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, jumlah pengangguran pada Agustus 2017 jika dilihat dari pendidikan, lebih banyak dari lulusan SMK dibanding lulusan pendidikan lainnya.

"Untuk SMK paling tinggi di antara tingkat pendidikan lain. Yaitu sebesar 11,41 persen," kata Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/11/2017) seperti dikutip dari financedetik. Pengangguran dari lulusan SD justru paling kecil, hanya 2,62 persen.

Menurut data statistik Kemendikbud, pada 2017 jumlah lulusan SMK mencapai 1.285.178 orang. Tapi tak ada data berapa yang diserap oleh lapangan kerja dan berapa yang menganggur.

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai, belum ada perhatian serius terhadap pendidikan selama 12 tahun terakhir. Mereka berdialog dengan berbagai stakeholder.

"Secara umum ada semacam miss match antara demand side dan supply," ujar Ubaid Matraji, Koordinator Nasional JPPI seperti dikutip dari CNN Indonesia, Februari lalu.

Ubaid menjelaskan, sebenarnya kebutuhan akan tenaga kerja banyak, tetapi tenaga kerja yang tersedia tidak memiliki keahlian yang dibutuhkan dunia usaha.

Pembangunan sekolah gencar di berbagai wilayah tapi tidak diikuti tata kelola yang baik termasuk laboratorium yang tidak up to date.

Misalnya bengkel untuk siswa jurusan otomotif. "Servis bengkel motor masih utak atik karburator, padahal motor-motor zaman sekarang sudah enggak pakai," tambahnya.

Muhadjir menjelaskan, kementeriannya tengah 'merestorasi' sektor pendidikan. Antara lain dengan mempercepat peningkatan kualitas pendidikan. Kemendikbud memberikan bantuan program revitalisasi SMK kepada 219 SMK guna meningkatkan kualitas pendidikan di SMK.

Selain bantuan, juga akan diikuti dengan program 'link and match' bekerja sama dengan dunia industri. Sudah ada 219 SMK yang telah memiliki standar perusahaan, sehingga lulusannya dapat langsung diterima bekerja.[btg]

artikel kejuruan

12 Feb 2018

Jurusan smk yang mudah dapat pekerjaan

Jurusan smk yang mudah dapat pekerjaan banyak menjadi hal yang ditanyakan baik bagi siswa yang ingin melanjutkan studi maupun bagi para orang tua siswa sendiri mengingat pemilihan jurusan sangat menentukan masa depan yang akan ditempuh oleh anaknya di masa depan. Era globalisasi telah mengubah perubahan peta kebutuhan tenaga kerja terutama di generasi milleneal saat ini oleh karena itu pemilihan jurusan yang tepat di waktu tamat yang tepat adalah hal yang dapat memberi peluang lebih untuk mendapatkan pekerjaan lebih cepat nantinya.
image_thumb5

Berbicara jurusan smk yang paling diminati mungkin dapat memberikan gambaran bahwa jurusan tersebut diminati karena banya memberi peluang kerja atau karena faktor lain seperti minat kebanyakan siswa saat ini. Seperti minat menjadi teknaga it telah menjadikan jurusan rekayasa perangkat lunak (RPL) dan teknik komputer dan jaringan (TKJ) sebagai jurusan favorit.  Kita bisa melihat bagaimana pada era zaman sekarang kecenderungan seseorang terhadap teknologi bisa jadi faktor pemicu meningkatnya peminat untuk memilih jurusan tersebut. Namun apakah minat terhadap jurusan tersebut berbanding lurus dengan peluang kerja yang tersedia bagi lulusan tersebut. Terutama untuk di daerah yang belum berkembang dan masih sedikit penggunaan teknologi informasi.

Jurusan smk yang mudah mendapatkan pekerjaan dan paling diminati berbeda – beda disetiap daerah mengingat kebutuhan daerah berbeda – beda hal ini sesuai dengan tujuan smk dan pengertian smk menurut para ahli dalam penjelasan tersebut dinyatakan bahwa smk dikembangkan dengan memperhatikan penilaian sektor ekonomi,  pemahaman dasar tentang pembangunan ekonomi, dan pemberdayaan sumber daya manusia. Untuk daerah yang terdapat di garis pantai maka pembukaan jurusan pelayaran dengan jurusan teknika dan nautika dapat memberi peluang dan prospek yang bagus. Tamatan smk di daerah tersebut dapat dipersiapkan menjadi teknisi kapal dan pramusaji di kapal. Dengan bertimpat tinggal di daerah yang banyak memiliki aktivitas pelayaran seperti aktivitas pelabuhan besar dan penangkapan ikan jurusan teknika dan nautika tentu akan menjadi jurusan yang memiliki prospek yang lebih menjanjikan. Daerah yang memiliki pelabuhan besar dapat memberikan peluang yang baik untuk jurusan ketatalaksanaan dan kepelabuhan.

Jurusan smk yang bagus dan mudah mendapatkan pekerjaan berdasarkan uraian diatas tergantung pada kebutuhan daerah dan distribusi tenaga di daerah tersebut. Untuk mendapatkan jawaban ini kita harus mengetahui berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dan dibidang apa tenaga kerja tersebut dibutuhkan. Sebagai contoh apabila kita mengetahui berapa tenaga terampil dibidang otomotif yang dibutuhkan di sebuah daerah dan berapa ketersedian tenaga kerja di bidang otomotif di daerah tersebut tentu dapat dijadikan informasi yang berguna dalam pemilihan jurusan. jika di daerah A perusahaan membutukan 3000 tenaga terampil di bidang otomotif sedangkan yang tersedia hanya 2000 tentu masih teresedia sektar 1000 tenaga kerja lagi yang akan diserap. Jika sebagai siswa tamat dalam rentang waktu daerah A masih membutuhkan 1000 tenaga kerja hal ini akan memberikan peluang yang bagus sebagai lulusan smk untuk bekerja. Sebaliknya jika ketersediaan tenaga kerja di bidang otomotif melebihi ketersedian peluang kerja tentu akan menjadikan pilihan jurusan otomotif sebagai jurusan yang tidak memberikan prospek kerja yang baik.

Untuk mudah mendapatkan pekerjaan para calon pelajar smk yang akan memilih jurusan di smk hendaknya mencari data yang baik mengenai sebaran kebutuhan dunia usaha dan industri serta sebaran ketersediaan tenaga kerja. selanjutnya disesuaikan dengan minat dan bakat yang dimiliki. Jika memiliki minat di bidang tata rias dan busana mungkin lebih baik memilih jurusan tersebut dibanding jurusan multimedia. Dengan minat dan bakat di bidang tata rias dan busana maka akan mudah menjadi tenaga terampil dan dapat menjadi wirausaha mandiri nantinya setelah lulus.
artikel kejuruan

5 Feb 2018

Pengertian Sekolah Menengah Kejuruan Menurut Para Ahli

Sekolah menengah kejuruan menurut para ahli berikut diulas berdasarkan beberapa pendapat yang relevan dan sering digunakan dalam mendefinisikan sekolah menengah kejuruan. Banyak para ahli yang mendefinisikan terutama prosser mengungkapkan Enam belas Prosser Teorema pada Pendidikan Kejuruan.
Menurut adhikary Pendidikan kejuruan  adalah pendidikan yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan, kemampuan/kecakapan, pemahaman, sikap, kebiasaan-kebiasaan kerja, dan apresiasi yang diperlukan oleh pekerja dalam mamasuki pekerjaan dan membuat kemajuan-kemajuan dalam pekerjaan penuh makna dan produktif (Adhikary, P.K.,2005).
pengertian sekolah menengah kejuruan menurut para ahli
Menurut Pavlova (2009) tradisi dari pendidikan kejuruan adalah menyiapkan siswa untuk bekerja. Pendidikan dan pelatihan kejuruan/vokasi adalah pendidikan yang menyiapkan terbentuknya keterampilan, kecakapan, pengertian, perilaku, sikap, kebiasaan kerja, dan apresiasi terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat dunia usaha/industri, diawasi oleh masyarakat dan pemerintah atau dalam kontrak dengan lembaga serta berbasis produktif. Apresiasi terhadap pekerjaan sebagai akibat dari adanya kesadaran bahwa orang hidup butuh bekerja merupakan bagian pokok  dari pendidikan kejuruan/vokasi. Pendidikan kejuruan/vokasi menjadi tanpa makna jika masyarakat dan peserta didik kurang memiliki apresiasi terhadap pekerjaan-pekerjaan dan kurang memiliki perhatian terhadap cara  bekerja yang benar dan produktif sebagai kebiasaan.
Menurut Atchoarena D (2009) Dalam kaitan dengan dunia pendidikan kejuruan, kaum pragmatisme menghendaki pembagian yang tetap terhadap persoalan yang bersifat teoritis Pendidikan kejuruan/vokasi dikembangkan tidak semata-mata menggunakan instrument kebijakan pendidikan tetapi juga menggunakan instrument kebijakan sosial, ekononomi, politik, dan ketenaga kerjaan.
Menurut Rojewski (2009:20-21) di Amerika Serikat pada awal tahun 1900-an telah terjadi perdebatan tentang pelatihan vokasi dalam pendidikan umum.. Ada dua tokoh sejarah yang bersilang pendapat satu sama lain yaitu Charles Prosser dan John Dewey.
Prosser memandang pendidikan vokasi dari sudut efisiensi sosial yang menempatkan posisi sekolah kejuruan sebagai wahana pemenuhan kebutuhan ketenagakerjaan suatu Negara bukan untuk pemenuhan kebutuhan individu.  Kubu efisiensi sosial menyiapkan pelatihan yang baik yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja. Pendidikan kejuruan diorganisir dengan urutan yang rigit dengan pemasrahan hand-on instruction oleh orang yang berpengalaman luas
Dalam pandangan yang berbeda John Dewey meyakini bahwa tujuan dasar pendidikan adalah untuk mempertemukan kebutuhan individu untuk pemenuhan pribadinya dan persiapan menjalani hidup. Siswa pendidikan kejuruan diajari bagaimana memecahkan masalah secara berbeda-beda sesuai kondisi individu masing-masing. Dewey menolak gambaran siswa sebagai individu yang pasif, dikendalikan oleh tekanan ekonomi pasar dan eksistensinya dibatasi dalam mengembangkan kapasitas intelektualnya. Dewey memandang siswa adalah aktif memburu dan mengkonstruksi pengetahuan (Rojewski, J.W., 2009:21).
Pengertian dan pemahaman sekolah menengah kejuruan ini telah dikupas oleh rojowski terutama dalam kaitan perbedaan pemahaman antara prosser dan john dewei.
Pendidikan kejuruan dikembangkan dengan memperhatikan studi sektor ekonomi, studi kebijakan pembangunan ekonomi, dan studi pemberdayaan tenaga kerja (man-power). Perkembangan ekonomi sering memiliki pengaruh utama pada isi dan arah kurikulum dan program pendidikan kejuruan/vokasi. Globalisasi bisnis dan pasar menghasilkan peningkatan substansial dan persaingan tenaga kerja terampil dan barang bermutu tinggi (Rojewski, J.W., 2009; Pavlova, M., 2009).

artikel kejuruan

Enam Belas Prosser Teorema pada Pendidikan Kejuruan

Dr Charles A. Prosser, dapat dikatakan sebagai pencetus  pertama Pendidikan Kejuruan, ia mengembangkan dan menginterprestasikan enam belas teorema sebagai dasar untuk digunakan dalam memahami pendidikan kejuruan. Banyak usaha telah dilakukan selama bertahun-tahun berikutnya untuk memperbarui pernyataan ini namun keberadaan teorema ini belum bisa dibantahkan.

teori prosser

16 teorema pada pendidikan kejuruan menurut prosser dapat diuraikan sebagai berikut.

1. "Pendidikan kejuruan akan efisien dalam proporsi sebagai lingkungan di mana peserta didik dilatih merupakan replika dari lingkungan di mana ia kemudian harus bekerja. "

Teorema ini menyatakan bahwa jenis, jenis, jumlah, penggunaan dan penataan ruang, material, peralatan dan perlengkapan untuk program persiapan menjadi replika dari mereka dalam pekerjaan. Memiliki bantalan pada Lamanya waktu yang ditujukan untuk pengembangan keterampilan yang diperlukan untuk mendekati praktek industri. Memiliki implikasi untuk kualitas dan kuantitas produksi yang diharapkan. Ini memiliki implikasi langsung untuk guru-
rasio peserta didik. Hal ini terkait langsung dengan efisiensi dengan mana transfer mahasiswa dari sekolah untuk lapangan kerja.

2. "pelatihan kejuruan yang efektif hanya dapat diberikan di mana pekerjaan pelatihan
dilakukan di dalam cara yang sama dengan operasi yang sama, alat yang sama dan mesin yang sama seperti pada pendudukan itu sendiri.

" Implikasi dari pernyataan ini adalah bahwa instruktur harus memiliki pengalaman kerja terakhir dalam rangka menjadi terampil dalam menggunakan peralatan terbaru dan harus menggunakan jenis yang sama alat dan peralatan seperti yang akan saat ini ditemukan dalam pekerjaan; dan, harus menggunakan karya hidup atau bekerja sama dengan disediakan dalam pekerjaan untuk pengalaman instruksional daripada semu atau disebut "proyek" kerja. Ditekankan di sini adalah bahwa keterampilan yang diajarkan harus mengikuti praktek-praktek dasar yang sama dengan pengusaha industri harapkan, dan peserta didik harus mampu bergerak dari situasi pelatihan dengan situasi kerja dengan sedikit kebutuhan untuk penyesuaian.

3. "Pendidikan kejuruan akan efektif dalam proporsi dengan melatih individu langsung dan secara khusus dalam kebiasaan berpikir dan kebiasaan manipulatif diperlukan dalam pendudukan itu sendiri. " Dua faktor pendidikan penting yang tersirat dalam pernyataan ini. Kebiasaan berpikir pertama-yang berarti bahwa metode ilmiah atau pemecahan masalah yang sedang dikembangkan pada siswa; dan kedua yang keterampilan manipulatif dilakukan dengan pengulangan yang cukup bahwa pembentukan kebiasaan terjadi. Hal ini, pada gilirannya, memiliki implikasi untuk panjang periode kelas dan untuk panjang total kursus. Ada juga implikasi di sini untuk aspek utama dari pendudukan, yaitu konten teknis terkait di mana pengetahuan dan fakta-fakta adalah sebagai penting untuk berpikir, sebagai alat yang untuk pekerjaan produktif.


4. "Pendidikan kejuruan akan efektif dalam proporsi karena memungkinkan setiap individu untuk memanfaatkan minatnya, bakat dan kecerdasan intrinsik ke tingkat tertinggi. "
Teorema ini memiliki implikasi langsung untuk ukuran kelas, instruksi individual, metode pembelajaran, bimbingan yang efektif dan seleksi peserta didik, dan rencana promosi untuk program tersebut. Di sini juga, adalah bahwa setiap panggilan tertentu mungkin memiliki persyaratan unik untuk masuk. Sebagai contoh, kedalaman dan kemampuan dalam matematika bisa bervariasi cukup besar antara berbagai pekerjaan, seperti yang akan karakteristik fisik dan lainnya individu.

5. "pendidikan kejuruan yang efektif untuk profesi apa pun, menelepon, perdagangan,
pekerjaan atau job hanya dapat diberikan kepada kelompok yang dipilih dari individu yang membutuhkannya, menginginkannya, dan mampu untuk mendapatkan keuntungan dengan itu. "
Pendidikan kejuruan bukan untuk semua orang dan pernyataan ini menyiratkan bahwa mereka mengaku harus
hati-hati dipilih melalui prosedur bimbingan yang efektif dan harus berpotensi sukses sebagai pekerja produktif di masa depan. Orang harus dipilih atas dasar kepentingan dan bakat mereka sendiri, dan atas dasar mereka yang berpotensi karyawan sukses mengikuti persiapan.

6. "Pelatihan kejuruan akan efektif dalam proporsi sebagai pelatihan khusus
pengalaman untuk membentuk kebiasaan yang tepat untuk melakukan dan berpikir diulang untuk
titik kebiasaan yang dikembangkan adalah dari keterampilan yang diperlukan untuk selesai
pekerjaan yang menguntungkan. "

Pernyataan ini efek salah satu kebutuhan yang paling penting untuk persiapan kejuruan sukses. Hanya sedikit orang yang bisa siap untuk melakukan beberapa pekerjaan terampil tanpa harus menghabiskan waktu yang cukup dalam
melakukan berbagai keterampilan yang dibutuhkan agar pembentukan kebiasaan dapat terjadi sampai akhir bahwa mereka dapat berlatih keterampilan ini di masa mendatang. Implikasi langsung di sini adalah untuk jangka waktu yang cukup pada siang hari, dan untuk jangka waktu yang cukup dalam beberapa bulan untuk menutupi keterampilan dan pengembangan teknis
penting untuk pekerjaan yang efektif sebagai pekerja yang produktif.

7. "Pendidikan kejuruan akan efektif dalam proporsional sebagai instruktur telah memiliki pengalaman sukses dalam penerapan keterampilan dan pengetahuan untuk operasi dan proses dia menyanggupi untuk mengajar. "
Implikasi dalam hal ini adalah bahwa guru tidak bisa mengajarkan apa yang mereka tidak tahu; dan, karena subyek guru kejuruan terdiri dari keterampilan dan pengetahuan pendudukan, itu
akan mengikuti bahwa guru yang diakui sebagai pekerja sangat kompeten diri melalui aktual Pengalaman kerja sukses akan paling diinginkan untuk program kejuruan. Kebaruan pengalaman tersebut juga sangat penting jika peserta didik harus siap untuk harapan saat bagi pengusaha; dan ini, kebaruan pengalaman kerja dari potensi guru kejuruan tersirat dalam
teorema ini.

8. "Untuk setiap pekerjaan ada minimal kemampuan produktif yang merupakan individu harus memiliki dalam rangka untuk mengamankan atau mempertahankan pekerjaan dalam
pendudukan. Jika pendidikan kejuruan tidak dilakukan saat itu dengan individu, itu tidak secara pribadi atau sosial yang efektif. "
Kita lihat dalam pernyataan di atas bantalan langsung pada kemampuan yang diharapkan dari peserta didik yang ingin
menemukan tempat mereka di dunia kerja. Pendidikan kejuruan harus mempersiapkan individu untuk memenuhi persyaratan kerja pengusaha. Sekali lagi, untuk memenuhi persyaratan kerja ini memerlukan persiapan yang cukup, yang berkaitan dengan panjang periode, hari atau tahun yang dibutuhkan untuk penawaran tertentu.

9. "Pendidikan kejuruan harus mengakui kondisi sebagaimana adanya dan harus
melatih individu untuk memenuhi tuntutan "pasar" meskipun mungkin benar bahwa cara yang lebih efisien melakukan pendudukan mungkin diketahui dan bahwa kondisi kerja yang lebih baik sangat diinginkan. "
Program pendidikan kejuruan tidak pernah bisa eksis hanya sebagai saja dalam sistem sekolah tetapi harus
dianggap sebagai proyek masyarakat luas. Oleh karena itu, pernyataan ini menyiratkan membutuhkan untuk penggunaan
komite kerajinan; instruktur dengan pengalaman kerja terakhir; dan untuk sebuah program yang ditujukan untuk peluang yang ada di masyarakat, daerah atau negara. Instruksi luar kebutuhan mendesak dianjurkan, tetapi tidak pada biaya kebutuhan saat ini dasar pengusaha.

10. "Pembentukan efektif kebiasaan proses belajar apapun akan
dijamin dalam proporsi pelatihan diberikan pada pekerjaan yang sebenarnya dan bukan pada latihan atau pekerjaan palsu. "
Teorema ini menekankan lagi perlunya praktis, bekerja langsung di mana peserta didik dapat berlatih mengembangkan keterampilan penting untuk suatu pekerjaan. Peserta didik tidak dapat memperoleh nuansa untuk jenis pekerjaan yang akan dilakukan dalam pekerjaan ketika bekerja pada pekerjaan semu atau proyek yang disebut. Pekerjaan dilakukan harus identik dan sebagai up to date mungkin dengan praktek saat ini dalam pekerjaan situasi.

11. "Satu-satunya sumber yang dapat diandalkan konten untuk pelatihan khusus adalah suatu pekerjaan adalah pengalaman master pendudukan itu. " Pernyataan ini menegaskan kembali kebutuhan untuk analisis pekerjaan sebagai metode dasar kurikulum pembangunan. Hal ini juga menekankan pentingnya keterlibatan efektif perwakilan komite penasehat kerja dalam membantu dalam perencanaan kurikulum. Instruktur occupationally kompeten harus memanfaatkan kedua sumber daya tersebut dalam pembangunan isi kursus rinci nya.

12. "Untuk setiap pekerjaan ada tubuh konten yang khas yang
pekerjaan dan yang memiliki hampir tidak ada nilai fungsional di lain
pendudukan.

"Pernyataan ini memiliki implikasi langsung terhadap program pembelajaran terkoordinasi erat antara pembangunan teknis terkait dan tahap pengembangan keterampilan program. Penerapan matematika dan prinsip-prinsip ilmiah untuk masalah panggilan harus penekanan daripada mengajar
Kursus materi pelajaran terpisah yang mungkin atau mungkin tidak memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan
mahasiswa. Jadi yang disebut-daerah yang luas atau umum instruksi dalam materi pelajaran yang tidak terkait dengan masalah di tangan akan memiliki sedikit manfaat bagi pengembangan pekerja yang kompeten.


13. "Pendidikan kejuruan akan memberikan pelayanan sosial yang efisien dalam proporsi
memenuhi kebutuhan pelatihan khusus dari grup manapun pada waktu yang mereka butuhkan
dan sedemikian rupa mereka dapat paling efektif keuntungan dengan instruksi. "
Pernyataan ini menekankan keinginan pada bagian dari individu untuk belajar, dalam pendidikan kejuruan harus menyediakan apa yang pembelajar ingin pada saat ia menginginkannya, dan dalam kaitannya dengan sendiri diakui kebutuhan. Teorema ini memiliki penekanan khusus pada program ekstensi untuk pekerja yang bekerja sejak mereka tidak akan menggunakan waktu mereka sendiri untuk menghadiri kutukan kecuali mereka menuai manfaat langsung dari penggunaan langsung dari kehadiran tersebut.

14. "Pendidikan kejuruan akan efisien secara sosial dalam proporsi seperti yang metode pengajaran dan hubungan pribadi dengan peserta didik yang mempertimbangkan karakteristik khusus kelompok tertentu yang dilayaninya. "
Teorema ini menyiratkan bahwa tidak ada satu set karakteristik umum seperti nilai sekolah, IQ atau karakteristik lain yang harus digunakan sebagai dasar untuk memproyeksikan keberhasilan kejuruan; tapi, bukan oleh mengetahui siswa individu kepentingan, bakat dan kemampuan, dia biasanya dapat dipandu ke
sukses pengalaman kejuruan atau dipandu jauh dari mendaftar ke pekerjaan yang mereka
cocok.

15. "Pemberian pendidikan kejuruan akan efisien dalam proporsi
karena elastis dan cairan daripada kaku dan standar. "
Berikut implikasinya adalah fleksibilitas dalam kerangka standar suara yang mendukung baik pendidikan kejuruan daripada mempertahankan rencana yang kaku dan tidak fleksibel. Pendidik kejuruan harus selalu waspada terhadap kemungkinan perbaikan dan bersedia untuk bekerja ke arah terus menyesuaikan program dalam terang perubahan kebutuhan kerja.

16. "Sementara setiap upaya yang wajar harus dilakukan untuk mengurangi biaya per kapita, ada minimal di bawah ini yang pendidikan kejuruan yang efektif tidak dapat diberikan, dan jika saja tidak mengizinkan minimum ini biaya per kapita, pendidikan kejuruan tidak harus dicoba. "
Persiapan untuk bekerja umumnya lebih mahal daripada pendidikan umum, apakah itu di terampil, paraprofessional (teknis), atau tingkat profesional. Biaya tambahan ini biasanya tergantung pada ruang, peralatan, bahan, dan kebutuhan untuk ukuran kelas kecil daripada akan benar normal program akademik instruksi. Namun, pernyataan ini langsung menyiratkan bahwa lebih baik tidak mencoba program kejuruan daripada mengoperasikannya di bawah tingkat ekonomi yang akan membawa kesuksesan. Pendidikan kejuruan tidak pendidikan murah, tetapi ekonomis untuk menyediakannya.
Jika setiap pendidik kejuruan yang bertanggung jawab untuk program instruksi hanya akan mempertahankan daftar ini
teorema enam belas di depan mereka dan melakukan upaya serius untuk memenuhi tujuan tersebut, hasil akan, dalam
hampir setiap contoh, menjadi suara, pendidikan kejuruan yang berkualitas. Semakin hampir program kejuruan
dapat mendekati realisasi penuh dari teorema dalam operasinya, semakin tinggi kualitas program
akan. Setiap usaha untuk mengabaikan salah satu dari konsep-konsep dasar dan fundamental, hanya bisa menghasilkan
merusak dan menghancurkan program pendidikan kejuruan bagi warga masyarakat.


Sumber laporan asli teorema prosser tentan pendidikan kejuruan
Prosser, CA & Quigley, TH "Pendidikan Kejuruan dalam Demokrasi" Amerika Teknis Masyarakat, Chicago, Illinois, 1949.
Penulis (s) tidak diketahui teks interpretatif. Teks ini telah mengetik ulang dari handout kelas dari departemen Colorado State University of Kejuruan Pertanian, 1985-1987 (?). Profesor Irving C. Cross,
Windol L. Wyatt, Ramsey R. Groves.

publish tag

teorema prosser pdf

artikel kejuruan

22 Jan 2018

Manajemen Pendidikan sebagai Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan dan Evaluasi

Manajemen berasal dari kata latin “manus” yang berarti tangan dan “agere” yang berarti melakukan. Kemudian kata-kata itu digabung menjadi satu yaitu “ managere” yang berarti menangani. Kemudian di terjemahkan kedalam bahasa inggris “ to manage” yang berarti sikap seseorang yang mengelola sesuatu. Dan akhirnya di terjemahkan kedalam bahasa indonesia management yang berarti mengatur atau mengelola.

manajemen pendidikan

            Berikut ada beberapa pengertian umum dari manajemen menurut para ahli, yaitu:

a. Kathryn . M. Bartol dan David C. Martin

Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling). Dengan demikian, manajemen adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan.

b. T. Hani Handoko

Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Secara sederhana manajemen pendidikan merupakan proses manajemen dalam pelaksanaan tugas pendidikan dengan mendayagunakan segala sumber secara efisien untuk mencapai tujuan secara efektif. Manajemen pendidikan adalah suatu penataan bidang garapan pendidikan yang dilakukan melalui aktivitas perencaan, pengorganisasian, pengkomunikasian, pemotivasi, penganggaran, pengendalian, pengawasan, penilaian dan pelaporan secara sistematis untuk mencapai tujuan pendidikan secara berkualitas.

Dari beberapa pengertian di atas dapat di tarik sebuah pengertian bahwa Prinsip Manajemen Pendidikan adalah asas kebenaran yang menjadi pokok dasar dalam berfikir untuk sebuah proses perencaan, pengorganisasian, pengkomunikasian, pemotivasi, penganggaran, pengendalian, pengawasan, penilaian dan pelaporan secara sistematis untuk mencapai tujuan pendidikan secara berkualitas..

Fungsi manajemen Pendidikan

Fungsi manajemen mengandung elemen dasar yang tetap ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Henry Fayol pada awal abad ke-20 yang pertama kali memperkenalkan fungsi manajemen yang sampai hari ini masih sangat actual untuk ditetapkan dalam sendi kehiadupan apa saja. Fayol saat mendesain fungsi manajemen dengan mengemukan langkah kegiatan yang secara berututan, yaitu mulai merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Konsep inilah akhirnya menjadi sebuah istilah fungsi manajemen, karena rancangan tersebut berfungsi membantu untuk memudahkan jalan berbuat dalam setiap kegiatan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.

1. Perencanaan

Perencanaan adalah aktivitas seseorang sebelum berbuat yang dalam hal ini baru menggagas, mencetuskan ide dan memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan berpegangan pada data atau sumber yang ada disekitarnya. Perencanaan dibuat dan dilakukan dalam rangka untuk menentukan tujuan organisasi, kelembagaan atau perusahaan yang ditangani oleh seseorang atau kelompok orang dengan cara terbaik untuk mencapai tujuan bersama. Seorang pemimpin atau manajer, selain menentukan rancangan utama, juga menentukan berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok atau tidak cocok digunakan untuk memenuhi tujuan organisasi, lembaga atau perusahaan. Perencanaan merupakan proses awal (pertama) dan ini dianggap paling penting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.

2. Pengorganisasian

Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

3. Pengarahan

Pengarahan atau directing adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership).

4. Pengevaluasian atau pengawasan

Pengevaluasian atau evaluating adalah proses pengawasan dan pengendalian performa perusahaan untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Seorang manajer dituntut untuk menemukan masalah yang ada dalam operasional perusahaan, kemudian memecahkannya sebelum masalah itu menjadi semakin besar.

G.R. Terryf, Fungsi-fungsi manajemen pendidikan dalam perspektif persekolahan, , meliputi :

1. Perencanaan (planning)

2. Pengorganisasian (organizing);

3. Pelaksanaan (actuating)

4. Pengawasan (controlling)

Prinsip – Prinsip Manajemen Pendidikan

Menurut Douglas prinsip manajemen pendidikan adalah:

1. Memprioritaskan tujuan di atas kepentingan pribadi dan kepentingan makanisme kerja.

2. Mengkoordinasikan wewenang dan tanggungjawab.

3. Memberikan tanggungjawab pada personil sekolah hendaknya sesuai dengan sifat-sifat  dan kemampuannya.

4. Mengenal secara baik faktor-faktor psikologi manusia.

5. Realitas nilai-nilai (nilai-niali yang berlaku)

Sedanngkan, menurut Fatta prinsip manajemen pendidikan adalah:

1. Prinsip Manajemen Berdasarkan Sasaran

Prinsip manajemen berdasarkan sasaran sudah dikembangkan menjadi suatu teknik manajemen yaitu MBO (management by objective). Pada tingakatan sekolah, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, TU, komite sekolah, siswa, orang tua siswa, masyarakat dan stakeholders duduk bersama membahas rencana strategis sekolah dengan mengembangkan tujuh langkah MBO yaitu :

a. Menentukan hasil apa yang kan dicapai sekolah

b. Menganalisa apakah hasil itu berkaitan dengan tujuan sekolah

c. Berunding menetapkan sasaran-sasaran yang dibutuhkan

d. Menetapkan kegiatan apa yang yang tepat untuk mencapai sasaran

e. Menyusun tugas-tugas untuk mempermudah mencapai sasaran

f. Menentukan batas-batas pekerjaan dan jenis pengarahan yang akan dipergunakan oleh atasan

g. Lakukan monitoring dan buat laporan.

2. Prinsip Manajemen Berdasarkan Orang

Manajemen pendidikan berdasarkan orang adalah suatu aktivitas manajemen yang diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia. Manajer percaya bahwa perubahan organisasi dimuali dari perubahan perilaku yang akn berpengaruh terhadap perubahan sistem, struktur, teknologi, strategi dan tujuan organisasi. Aplikasi prinsip ini adalah memberikan peluang yang besar kepada staf untuk meningkatkan kemampuan melalui pelatiahan/penataran atau studi lanjut. Di samping itu, manajer melaksanakan pelayanan manajerial berdasarkan managerial effectivenss yang sesuai dengan kematangan staf.

3. Prinsip manajemen berdasarkan informasi

Banyak aktivitas manajemen yang membutuhkan data dan informasi secara cepat, lengakap dan akurat. Suatu aktivitas pengambilan keputusan sangat didukung oelh informasi begitupun untuk meaksanakan kegiatan rutin dan incidental diperlukan infomasi yang dirancang sedemikian rupa sehingga mempermudah manajer dan pengguna mengakses dan mengelolah data.

Prinsip-prinsip dalam manajemen sebaiknya bersifat lentur dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi khusus dan situasi yang berubah-rubah. Prinsip - prinsip umum manajemen menurut Henry Fayol terdiri dari:

1. Pembagian kerja (Division of work)

Dalam pembagian kerja perlu diperhatikan penempatan orang-orang yang sesuai dengan keahlian, pengalaman, kondisi fisik dan mental. Tujuan pembagian kerja adalah agar diperoleh hasil kerja yang terbaik. Pembagian kerja dapat membantu pemusatan tujuan dan merupakan alat terbaik untuk memanfaatkan individu-individu dan kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. Oleh karena itu, dalam penempatan personil dalam organisasi atau karyawan dalam lembaga/perusahaan harus menggunakan prinsip the right man in the right place. Pembagian kerja harus rasional/objektif, bukan emosional subyektif yang didasarkan atas dasar like and dislike (senang dan tidak senang). Dengan adanya prinsip orang yang tepat ditempat yang tepat (the right man in the right place) akan memberikan jaminan terhadap kestabilan, kelancaran dan efesiensi kerja. Pembagian kerja yang baik merupakan kunci bagi penyelengaraan kerja. kecerobohan dalam pembagian kerja akan berpengaruh kurang baik dan mungkin menimbulkan kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan, oleh karena itu, seorang manajer yang berpengalaman akan menempatkan pembagian kerja sebagai prinsip utama yang akan menjadi titik tolak bagi prinsip-prinsip lainnya.

2. Pemberian Wewenang dan Tanggung Jawab (Authority and responsibility)

Setiap personil atau karyawan yang ditempatkan pada posisi prembagian tugasnya, harus dilengkapi dengan wewenang untuk melakukan pekerjaan dan setiap wewenang melekat atau diikuti pertanggungjawaban. Wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. Setiap pekerjaan harus dapat memberikan pertanggungjawaban yang sesuai dengan wewenang. Oleh karena itu, makin kecil wewenang makin kecil pula pertanggungjawaban demikian pula sebaliknya.

Tanggung jawab terbesar terletak pada manajer puncak. Kegagalan suatu usaha bukan terletak pada karyawan, tetapi terletak pada puncak pimpinannya karena yang mempunyai wewemang terbesar adalah manajer puncak. oleh karena itu, apabila manajer puncak tidak mempunyai keahlian dan kepemimpinan, maka wewenang yang ada padanya merupakan bumerang. Setiap orang yang telah diserahi tugas dalam bidang pekerjaan tertentu dengan sendirinya memiliki wewenang untuk membantu memperlancar tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya. Wewenang tersebut harus disertai tanggungjawab terhadap atasan atau terhadap tujuan yang hendak dicapai. Antara wewenang dan tangungjawab harus seimbang.

Wewenang adalah hak memberikan perintah dan kekuasaan meminta kepatuhan dari yang diperitah. Sedangkan Tangungjawab adalah tugas dan fungsi-fungsi atau kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang petugas.

3. Memiliki Disiplin (Discipline)

Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab. Disiplin ini berhubungan erat dengan wewenang. Apabila wewenang tidak berjalan dengan semestinya, maka disiplin akan hilang. Oleh karena ini, pemegang wewenang harus dapat menanamkan disiplin terhadap dirinya sendiri sehingga mempunyai tanggung jawab terhadap pekerajaan sesuai dengan weweanng yangdipegangnya. Tertib atau disiplin akan meningkatkan kualitas kerja, dan peningkatan kualitas kerja akan pula menaikkan mutu hasil kerja. Dalam setiap organisasi, lembaga atau perusahaan akan berhasil seperti yang diinginkan, maka haruslah menciptakaan aturan atau tata tertib yang mapan, dan tata tertib tersebut haruslah dilakukan dengan penuh disiplin oleh seluruh kompoten yang ada dalam organisasi, lembaga atau perusahaan tersebut.

4. Adanya Kesatuan Komando atau perintah (Unity of command)

Dalam organisasi atau perusahaan, seorang pemimpin atau manajer harus memperikan perintah kepada bawahannya, harus jelas komando atau perintahnya. Jika dalam organisasi atau perusahaan mempunyai jenjang struktur, perintah dari pimpinan yang paling atas ke pimpinan di bawahnya harus satu bahasa dan satu kesatuan perintah. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi overlap atau tumpang tindih pemahaman yang diterima oleh bawahannya. Begitu juga dalam melakasanakan pekerjaan dari atasannya , personil atau karyawan harus memperhatikan prinsip kesatuan perintah sehingga pelaksanaan kerja dapat dijalankan dengan baik. Karyawan harus tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab sesui dengan wewenang yang diperolehnya. Perintah yang datang dari manajer lain kepada serorang karyawan akan merusak jalannya wewenang dan tanggung jawab serta pembagian kerja. Untuk setiap tindakan dan bagi setiap petugas harus menerima perintah hanya dari seorang atasan saja. Jika perintah datang hanya dari satu sumber maka setiap orang juga akan tahu kepada siapa ia harus bertanggungjawab sesuai wewenang yang telah diberikan kepadanya.

5. Adanya Kesatuan Arahan (Unity of direction)

Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, personil atau karyawan perlu diarahkan menuju tujuan yang menjadi sasarannya. Seorang pemimpin atau manajer harus dapat member pengarahan yang jelas terhadap anak buahnya. Kejelasan komunikasi dalam menyampaikan pesan-pesan juga harus jelas struktur kalimat yang digunakan, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman. Begitu juga dalam memberikan arahan antara pimpinan satu dengan pimpinan yang lain harus ada kesatuan bahasa atau kesatuan arah yang jelas. Kesatuan pengarahan bertalian erat dengan pembagian kerja. Kesatuan pengarahan tergantung pula terhadap kesatuan perintah. Dalam pelaksanaan kerja bisa saja terjadi adanya dua perintah sehingga menimbulkan arah yang berlawanan. Oleh karena itu, perlu alur yang jelas dari mana karyawan mendapat wewenang untuk pmelaksanakan pekerjaan dan kepada siapa ia harus mengetahui batas wewenang dan tanggung jawabnya agar tidak terjadi kesalahan. Pelaksanaan kesatuan pengarahan (unity of directiion) tidak dapat terlepas dari pembaguan kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, serta kesatuan perintah.

6. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri

Setiap komponen organisasi, lembaga atau perusahaan baik pimpinan atau personil/karyawan harus mengabdikan kepentingan pribadi demi kepentingan organisasi atu perusahaan. Hal semacam itu merupakan suatu syarat yang sangat penting agar setiap kegiatan berjalan dengan lancar sehingga tujuan yang direncanaakan dapat tercapai dengan baik.

Jika Setian unsur organisasi atau perusahaan , baik pimpinan atau karyawan dapat mengabdikan kepentingan pribadinya untuk kepentingan organisasi, maka kesuksesan mmbangun organisasi atau perusahaan dapat diwujudkan dengan mudah. Adanya kesadaran bahwa kepentingan pribadi sebenarnya tergantung kepada berhasil-tidaknya kepentingan organisasi, itulah sebenarnya wujud prinsip yang harus dibangun. Prinsip pengabdian kepentingan pribadi kepada kepentingan organisasi dapat terwujud, apabila setiap pimpinan dan karyawan merasa senang dalam bekerja sehingga memiliki disiplin yang tinggi.

7. Adanya Pemberian Kesejahteraan atau gaji pegawai Imbalan kerja, upah, gaji atau apapun namanya.

bagi setiap personil organisasi, lembaga atau perusahaan, merupakan kompensasi yang menentukan terwujudnya kelancaran dalam bekerja. Karyawan atau staf yang memliki perasaan cemas, tertekan dan kekurangan dalam kebutuhan hidup sehari-harinya akan sulit berkonsentrasi terhadap tugas dan kewajibannya sehingga dapat mengakibatkan ketidaksempurnaan dalam bekerja. Oleh karena itu, dalam prinsip pemberian kesejahteraan, imbalah atau penggajian harus dipikirkan bagaimana agar karyawan dapat bekerja denganrasa senang, tenang dan nyaman. Sistem penggajian harus diperhitungkan agar menimbuulkan kedisiplinan dan kegairahan kerja sehingga karyawan berkompetisi untuk membuat prestasi yang lebih besar. Prinsip more pay for more prestige (upaya lebih untuk prestasi lebih), dan prinsip upah sama untuk prestasi yang sama perlu diterapkan sebab apabila ada perbedaan akan menimbulkan kelesuan dalam bekerja dan mungkin akan menimbulkan tindakan tidak disiplin. Prinsip keadilan dan pemberian sesuai job, harus juga dikomunkasikan terlenih dahulu, sehingga tidak menimbulkan kecermburuan social dalam organisasi atau perusahaan terebut.

8. Adanya Pemusatan Wewenang (Centralization)

wewenang akan menimbulkan pemusatan tanggung jawab dalam suatu kegiatan. Tanggung jawab terakhir terletak ada orang yang memegang wewenang tertinggi atau manajer puncak. Pemusatan bukan berarti adanya kekuasaan untuk menggunakan wewenang, melainkan untuk menghindari kesimpangsiuran wewenang dan tanggung jawab.

9. Adanya Hirarki (tingkatan)

Pembagian kerja menimbulkan adanya atasan dan bawahan. Bila pembagian kerja ini mencakup area yang cukup luas akan menimbulkan hirarki. Hirarki diukur dari wewenang terbesar yang berada pada manajer puncak dan seterusnya berurutan ke bawah. dengan adanya hirarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah.

10. Adanya Keadilan dan kejujuran

Keadilan dan kejujuran merupakan salah satu syarat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Keadilan dan kejujuran terkait dengan moral karyawan dan tidak dapat dipisahkan. Keadilan dan kejujuran harus ditegakkan mulai dari pimpinan (atasan) karena pimpinan memiliki wewenang yang paling besar. Manajer yang adil dan jujur akan menggunakan wewenangnya dengan sebaik-baiknya untuk melakukan keadilan dan kejujuran pada bawahannya. Keadilan dituntut misalnya dalam penempatan tenaga kerja yang harus benar-benar dipertimbangkan berdasarkan pendidikan, pengalaman dan keahlian seseorang. Kecuali itu keadilan juga dituntut dalam pembagian upah, sesuai berat ringannya pekerjaan dan tanggungjawab seseorang. Kejujuran dituntut agar masing-masing orang bekerja untuk kepentingan bersama bukan mendahulukan kepentingan pribadi.

11. Adanya Stabilitas kondisi karyawan

Dalam setiap kegiatan kestabilan karyawan harus dijaga sebaik-baiknya agar segala pekerjaan berjalan dengan lancar. Kestabilan karyawan terwujud karena adanya disiplin kerja yang baik dan adanya ketertiban dalam kegiatan. Manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya memiliki keinginan, perasaan dan pikiran. Apabila keinginannya tidak terpenuhi, perasaan tertekan dan pikiran yang kacau akan menimbulkan goncangan dalam bekerja.

12. Adanya Prakarsa (Inisiative)

Prakarsa timbul dari dalam diri seseorang yang menggunakan daya pikir. Prakarsa menimbulkan kehendak untuk mewujudkan suatu yang berguna bagi penyelesaian pekerjaan dengan sebaik-beiknya. Jadi dalam prakarsa terhimpun kehendak, perasaan, pikiran, keahlian dan pengalaman seseorang. Oleh karena itu, setiap prakarsa yang datang dari karyawan harus dihargai. Prakarsa (inisiatif) mengandung arti menghargai orang lain, karena itu hakikatnya manusia butuh penghargaan. Setiap penolakan terhadap prakarsa karyawan merupakan salah satu langkah untuk menolak gairah kerja. Oleh karena itu, seorang manajer yang bijak akan menerima dengan senang hari prakarsa-prakarsa yang dilahirkan karyawannya.

13 Semangat kesatuan

Setiap karyawan harus memiliki rasa kesatuan, yaitu rasa senasib sepenanggyungan sehingga menimbulkan semangat kerja sama yang baik. semangat kesatuan akan lahir apabila setiap karyawan mempunyai kesadaran bahwa setiap karyawan berarti bagi karyawan lain dan karyawan lain sangat dibutuhkan oleh dirinya. Manajer yang memiliki kepemimpinan akan mampu melahirkan semangat kesatuan (esprit de corp), sedangkan manajer yang suka memaksa dengan cara-cara yang kasar akan melahirkan friction de corp (perpecahan dalam korp) dan membawa bencana.

Berdasarkan Pengertian manajemen Pendidikan di atas Seorang leader atau pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang berprinsip. Karena seorang pemimpin yang berprinsip pasti akan terarah dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin. Selanjutnya dalam selanjutnya selain prinsip juga dibutukan manajemen sebagai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan evaluasi dari setiap program yang dijalankan  

artikel kejuruan

Pengertian Fungsi dalam Pemrograman

Fungsi (Function) dalam bahasa pemograman adalah kode program yang dirancang untuk menyelesaikan sebuah tugas tertentu, dan merupakan bagian dari program utama. Dalam dunia pemograman terdapat istilah ‘lazy progamming’ yang artinya bukanlah programmer yang malas. Tetapi, daripada membuat kode program umum dari dasar, kita bisa menggunakanfungsi yang telah dibuat oleh programmer lain. PHP bahkan menyediakan ribuan fungsi bawaan yang tersedia untuk membantu kita dalam merancang program.

Pengertian Fungsi
Mengetahui cara penggunaan fungsi ini akan menghemat waktu pembuatan program dan membuat kode program menjadi lebih efisien. Lazy programming is smart programming.

Menggunakan fungsi dalam teori pemograman sering juga disebut dengan istilah ‘memanggil fungsi’(calling a function). Fungsi dipanggil dengan menulis nama dari fungsi tersebut, dan diikuti dengan argumen (jika ada). Argumen ditulis di dalam tanda kurung, dan jika jumlah argumen lebih dari satu, maka diantaranya dipisahkan oleh karakter koma.

Fungsi (function) merupakan serangkaian scipt/kode yamg mempunyai kegunaan khusus dan tertentu: merupakan seurutan atau rangkaian kode yang sering dipakai. Dengan adanya fungsi ini pemrogram dapat dipermudah karena tidak harus menulis berulang-ulang rangkaian kode script. Demikian juga dalam pengembangan script, apabila terjadi kesalahan atau perbaikan pada fungsi tersebut, pemrogram hanya melakukan perbaikan pada satu tempat, tidak perlu melakukan perbaikan pada banyak script.  Untuk lebih mengetahui bagaimana sebuah fungsi dibuat terlebih dahulu mari kita pahami jenis – jenis fungsi.

Jenis – jenis fungsi dalam pemrograman

a) Fungsi Built-in (Built-in Function)

Fungsi Built-in adalah fungsi yang telah disediakan oleh PHP, pemrogram dapat langsung memakainya, Misalnya untuk mencari akar kuadrat, pemrogram tidak harus membuat suatu program/script khusus yang digunakan untuk menghitung akar kuadrat.

Secara umum ada dua macam fungsi, fungsi yang mengembalikan sebuah hasil proses yang dilakukan kepada pemanggilnya atau fungsi yang sekedar melakukan proses proses tanpa harus memberikan hasil kepada pemanggilnya. Ada juga fungsi yang bisa mengembalikan hasil tetapi tidak harus ditampung hasilnya, seolah merupakan fungsi yang tidak memberikan hasil.

Macam- macam fungsi built-in PHP dapat dikelompokkan menjadi:

· Fungsi untuk array

· Fungsi untuk matematika

· Fungsi untuk string dan pemrosesan teks

· Fungsi tanggal

· Fungsi pemeriksaan tipe data

· Fungsi database

· Fungsi Web dan XML

· Fungsi untuk file

· Fungsi CVS

· Fungsi untuk jaringan

Contoh Penggunaan Built-in function

1) Fungsi chr

Fungsi Chr dapat dapat digunakan untuk menampilkan abjad dari a sampai dengan z. Tanpa harus secara manual, cukup dengan script dan mempergunakan control struktur perulangan.

fungsi chr

Gambar Script program Menggunakan fungsi chr

Setelah dijalankan script menggunakan fungsi chr di atas akan menghasilkan tampilan penggunaan fungsi chr seperti berikut :

program fungsi chr

Program diatas berfungsi untuk menampilkan angka dari A sampai Z dengan menggunakan fungsi chr. Karena, dalam php fungsi chr itu memang hanya untuk angka.

2) Penggunaan fungsi sqrt

Selanjutnya fungsi built-in adalah fungsi sqrt berikut contoh program penggunaan fungsi sqrt:

fungsi sqtr

Gambar Program Menggunakan fungsi sqrt

Saat dijalankan program fungsi sqrt di atas akan menghasilkan tampilan seperti berikut :

contoh fungsi sqrt

Pada program diatas, fungsi sqrt() akan menghitung akar kuadrat dari nilai argumen yang diinput. Contoh diatas menambahkan argumen 49 sebagai inputan. Nilai hasil dari fungsi sqrt(49), selanjutnya di tampung dalam variabel $akan_kuadrat, yang kemudian ditampilkan ke dalam web browser.

3) Fungsi str

 fungsi str

Gambar Program Menggunakan Fungsi str

Saat dijalankan fungsi str di atas  akan menghasilkan tampilan seperti berikut :

clip_image012

Pada program diatas perintah strtolower diatas akan mengubah semua tulisan ke dalam huruf kecil. Perintah strtoupper akan mengubah semua tulisan ke huruf besar. Baris ke 14 terdapat perintah str_replace yang ketika dijalankan akan menempatkan huruf yang diganti dengan huruf yang diinginkan. Dalam contoh str_replace kata ”Menyenangkan” diganti dengan kata “mudah”.

b) Fungsi Didefinisikan Pengguna (User Defined Function)

User Defined Function (UDF) adalah fugnsi yang dibuat oleh pemrogram, karena tidak ada fungsi built-in yang tersedia untuk menyelesaikan kebutuhan pemrogram. UDF terkadang dubuat karena built-in function yang disediakan tidak sesuai dengan kebutuhan.

UDF dibuat dan diletakkan di mana saja dalam script PHP, sebaiknya diletakkan pada bagian paling atas script PHP agar memudahkan proses debugging dalam tahap pembuatan da pengembangan program.

Deklarasi UDF

Sintaks

Function namafungsi ([parameter]) {

Statement ….;

Statement….;

}

· namafungsi tidak boleh sama dengan salah satu nama fungsi built-in yang dimiliki oleh PHP. Jika nama_fungsi sama akan menyebabkan kesalahan dalam script.

· parameter adalah data yang diperlukan oleh fungsi untuk diproses. Tanda[] menunjukkan bahwa parameter tidak harus diberikan. Parameter diperlukan untuk melewatkan data yang akan diproses dalam fungsi yang dibuat.

1) Fungsi Selisih

fungsi selisih

Gambar Menggunakan Fungsi Selisih

Maka akan menghasilkan tampilan seperti berikut :

fungsi udf selisih

Program diatas berfungsi untuk menampilkan selisih antara bilangan 1 dengan bilangan lainnya, pada program diatas script yang berfungsi untuk menjalankan program terletak pada baris ke- 13

2) Fungsi Perkalian

fugsi perkalian

Gambar Menggunakan Fungsi Perkalian

Maka akan menghasilkan tampilan seperti berikut :

fungsi udf perkalian

Program diatas pada baris ke-10, didefenisikan fungsi perkalian() yang memerlukan 2 parameter. SParameter ditulis sebagai variabel, dan anda bebas menentukan nama variabel ini, dalam contoh diatas, parameter untuk fungsi perkalian() adalah $angka1 dan $angka2. Di dalam fungsi perkalian(), saya membuat variabel $a dan $b yang digunakan untuk menampung nilai $angka1 dan $angka2, pemindahan variabel ini sebenarnya tidak diperlukan, namun anda akan sering menemukan hal ini di dalam berbagai fungsi. Biasanya pemindahan ini dilakukan agar lebih mudah dan singkat dalam menggunakan variabel pada pemrosesan fungsi. Variabel $hasil digunakan untuk menampung nilai akhir dari perkalian $a*$b, dan hasilnya di-kembalikan dengan perintah return $hasil. Return secara otomatis menutup fungsi, dan jika anda masih memiliki kode program setelah perintah return, perintah tersebut tidak akan diproses, oleh karena itu perintah return harus diletakkan di akhir penulisan fungsi. Pada baris ke-19, kita memanggil fungsi perkalian() dengan menyimpan nilai kembaliannya ke dalam variabel $hasil, atau bisa dipanggil secara langsung dalam satu baris perintah echo, seperti pada baris ke-22.

Program penggunaan fungsi

a. Program Menghitung Luas Segitiga

image

Gambar Menggunakan Fungsi UDF Menghitung Luas Segitiga

Maka akan menghaislkan tampilan seperti berikut :

program menghitung luas segitiga

Pada program diatas pemanggilan fungsi luas() yang pertama, argumen sama sekali tidak dituliskan, sehingga yang digunakan adalah nilai defaultnya, yaitu $a=15 dan $t=35. Pada program diatasscript yang berfungsi menjalankan perintah diatas adalah pada baris ke – 19.

b. Program Menampilkan Nama Kelas

fungsi menampilkan nama kelas

Gambar program fungsi  menampilkan nama kelas

Makaakanmenghasilkantampilansepertiberikut :

clip_image028

Pada program diatas berfungsi untuk menampilkan program nama kelas yang hanya memiliki 1 variable MI.B, ketika program dijalankan semua nama yang akan tampil akan memiliki variable kelas MI,B dan script yang menjalankan terletak pada baris ke – 12.

c. Fungsi Menampilkan Nama Menggunakan 3 Fungsi

fungsi menampilkan nama

Gambar program Menggunakan Fungsi UDF menampilkan nama lengkap

Maka akan menghasilkan tampilan berikut :

fungsi menampilkan nama

Pada program diatas berfungsi untuk menampilkan nama dengan menggunakan nama depan dan nama belakang, script yang berfungsi untuk menjalankan program terletak pada baris ke – 18.

Demikian Penjelasan pengertian fungsi dan contoh penggunaan fungsi  dalam pemograman dengan menggunakan contoh di atas diharapkan dapat membantu memahami fungsi dan dapat digunakan pada berbagai kebutuhan dalam membuat aplikasi atau program nantinya.

artikel kejuruan

Search Post