Laman

1 May 2016

Keterkaitan Pendidikan Kejuruan/Vokasi dengan Pertumbuhan Ekonomi, Sosial dan Budaya

Esensi proses pendidikan pada dasarnya bersumber dari masyarakat dan luarannya kembali ke masyarakat. Karena itu,perbaikan kualitas pendidikan harus selalu mengacu pada kebutuhan dan pemecahan masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Pendidikan dikatakan efektif apabila mampu menyiapkan lulusan sesuai kepentingan masyarakat. Kalau pada saat ini masyarakat sangat berharap lulusan suatu jenjang pendidikan siap memasuki lapangan kerja maka sudah semestinya perlu penataan dan pengembangan untuk memenuhi kehendak tersebut.

Pendidikan sebagai pranata utama penyiapan sumber daya manusia memegang peranan penting dalam menentukan kualitas SDM. Pendidikan juga mempengaruhi secara penuh pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Hal ini bukan saja karena pendidikan akan berpengaruh terhadap produktivitas, tetapi juga akan berpengaruh terhadap fertilitas masyarakat. Pendidikan menjadikan SDM lebih mengerti dan siap dalam menghadapi perubahan di lingkungan kerja. Oleh karena itu pada umumnya negara yang memiliki penduduk dengan tingkat pendidikan tinggi akan mempunyai pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Dari sisi ekonomi, pendidikan bukan hanya semata-mata dipandang sebagai kegiatan konsumtif, namun diakui sebagai suatu investasi sumberdaya manusia. Pendidikan memberikan sumbangan terhadap pembangunan sosial ekonomi melalui cara-cara meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kecakapan, sikap dan produktivitas. Bagi masyarakat secara umum pendidikan bermanfaat untuk teknologi demi kemajuan di bidang sosial dan ekonomi.

The Human Capital Theorymenyatakan bahwa pendidikan menanamkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kepada manusia dan karenanya mereka dapat meningkatkan kapasitas belajar dan produktivitasnya. Hal ini memungkinkan mereka mengejar tingkat pendidikan dan pelatihan yang lebih tinggi dan meningkatkan pendapatan masa depan mereka dengan meningkatkan penghasilan seumur hidupnya. Karena manfaatnya tersebut sudah selayaknya apabila pendidikan menjadi perhatian utama suatu bangsa.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh lembaga pendidikan menengah kejuruan, agar menghasilkan lulusan yang benar-benardibutuhkan oleh dunia kerjasebagai wujud pertanggungjawaban kepada masyarakat. Upaya tersebut di antaranya dengan diterapkannya kebijakan link and match, pendidikan sistem ganda, pendidikan berbasis kompetensi, Broad-based Education, maupun Life Skill Educationyang kesemuanya bertujuan meningkatkan kualitas lulusan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan kerja.Seiring dengan tuntutan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan dunia kerja ke depan, berbagai kebijakan baru telah digulirkan di antaranya dengan Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Optimalisasi Peran Dewan Sekolah dan Komite Sekolah, Pengembangan Sekolah Standar Nasional dan Sekolah Bertaraf Internasional. Melalui kebijakan ini diharapkan lulusan SMK benar-benar siap memasuki lapangan kerja.

Crunkilton (1984:25) menyebutkan bahwa: ”salah satu tujuan utama pendidikan kejuruan adalah meningkatkan kemampuan peserta didik sehingga memperoleh kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya”. 

 
Bagi masyarakat Indonesia misi pendidikan kejuruan, seperti diungkapkan oleh Crunkilton tersebut, sangat penting karena pada umumnya siswa sekolah kejuruan berasal dari masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi rendah (Suprapto Brotosiswoyo, 1991:8), sehingga apabila sekolah kejuruan berhasil mewujudkan misinya berarti akan membantu menaikan status sosial ekonomi masyarakat tingkat bawah. Dengan kata lain sekolah kejuruan dapat membantu meningkatkan mobilitas vertikal dalam masyarakat (Elliot, 1983:42).
Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran kejuruan dapat dijabarkan dalam tiga keperluan yaitu teknologi sebagai ilmu, teknologi sebagai produk, dan teknologi sebagai cara atau sistem. Sebagai ilmu terapan, teknologi mengkaji berbagai persoalan yang berkait dengan perancangan/rekayasa untuk menemukan produk baru yang dapat memenuhi kebutuhan manusia dalam segala aspek kehidupan, baik yang berkait dengan aspek ideologi, politik, sosial budaya, maupun pertahanan dan keamanan. Dalam perkembangannya produk teknologi bukan hanya berupa produk kebendaan, tetapi juga pengembangan suatu sistem yang mendukung layanan/jasa.

Menurut Herr dan Cramer ( dalam Isaacson,1985 ) pekerjaan memiliki peran yang sangat besar dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia, terutama kebutuhan ekonomis, social dan psikologis. Secara ekonomis orang yang bekerja akan memperoleh penghasilan atau uang untuk digunakan membeli barang dan jasa guna mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Secara social orang yang memiliki pekerjaan akan lebih dihargaia oleh masyarakat daripada orang yang menganggur. Secara social orang yang bekerja mendapat status social yang lebih terhormat daripada tidk bekerja. Lebih jauh lagi orang yang memiliki pekerjaan secara psikologis akan meningkatkan harga diri dan kompetensi diri dan ia akan lebih bahagia darpada orang yang tidak bekerja.
loading...
artikel kejuruan

No comments:

Post a Comment

Search Post