Laman

30 Apr 2016

Masalah dan Tantangan Pendidikan Kejuruan

Dalam perkembangannya, pendidikan kejuruan masih menemui banyak masalah dan tantangan yang harus dihadapi. Masih banyak terlihat kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan hal yang terjadi dilapangan. Masalah utama berkaitan dengan mutu dan kualitas pendidikan kejuruan yang belum sesuai dengan apa yang diharapkan, sehingga pemerintah dan seluruh pihak yang terkait secara terus menerus berupaya untuk meningkatkan dan mengembangkan mutu sehingga kualitas pendidikan kejuruan sesuai dengan yang kita harapkan. 

Pendidikan kejuruan belum sepenuhnya menerapkan prinsip-prinsip pendidikan kejuruan. Namun dalam perkembangannya hingga saat ini pendidikan kejuruan terus berusaha mengaplikasikani prinsip-prinsip tersebut secara maksimal. Terdapat beberapa prinsip yang telah diterapkan secara baik dan juga terdapat prinsip yang belum diperhatikan dan masih dalam proses menuju perbaikan. Bagi pendidikan kejuruan yang menerapkan prinsip tersebut secara komprehensif akan berdampak kepada keberhasilannya. Berikut kita tinjau relevansi beberapa prinsip-prinsip pendidikan kejuruan terhadap implikasi pendidikan kejuruan yang berkembang sekarang :

1.   Guidance : pelaksanaan program bimbingan yang tidak terlaksa sebagaimana mestinya. Dalam pelaksanannya, masih banyak program bimbingan yang berkutat pada masalah-masalah kenakalan siswa, prestasi rendah, disiplin, dan hal lain dan belum menyentuh pada tugas bimbingan yang sebenarnya. Hal ini terjadi akibat kurangnya keterlibatan guru mata pelajaran terhadap proses pembelajaran terutama yang berhubungan dengan perilaku (atitude) siswa, dan biasanya menyerahkan bagitu saja pada petugas BK. Rendahnya pembinaan kejuruan terhadap siswa akan menimbulkan dampak yang besar bagi siswa tersebut, karena pada prinsipnya semua siswa membutuhkan bimbingan kejuruan. Jika siswa memperoleh bimbingan yang tepat, ia akan mantap memilih karir yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan mereka. Oleh karena itu bimbingan pekerjaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pendidikan kejuruan.

2.   Lifelong learning : konsep belajar sepanjang hayat yaitu memberikan motivasi Kepada mereka yang telah menamatkan pendidikannya di sekolah untuk terus belajar dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya. Implementasi dari konsep ini sudah diterapkan di sekolah kejuruan melalui kurikulum pendidikan yang membiasakan siswa untuk mencari sendiri bahan-bahan  pelajaran yang mereka butuhkkan, mempelajarinya sendiri, dan mempraktekkannya. Pada konsepnya mereka diberikan kesempatan untuk mengaktualisaasikan sendiri hal yang dipelajarinya.

3.   Needs : Prinsip pendidikan kejuruan yang harus relevan dengan kebutuhan masyarakat ini juga telah diterapkan dan terus berproses untuk betul-betul memenuhi kebutuhan masyarakat. Pendidikan kejuruan sedang berusaha menyelenggarakan pendidikan yang sesuai tuntutan masyarakat dan berusaha untuk mencapai kualitas yang diharapkan.

4.   Open to all : Prinsip ini juga telah diaplikasikan, dapat kita lihat bahwa pendidikan kejuruan membuka dirinya untuk siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan, tidak membedakan status social dengan menerima semua golongan, baik kaya ataupun miskin.

5.   Placement : Prinsip penempatan masih belum bias dicapai oleh pendidikan kejuruan yang berkembang saat ini. Hal ini berkaitan dengan belum tertanggulanginya pengangguran yang bersal dari pendidikan kejuruan itu sendiri. Padahal dalam prinsipnya, pendidikan kejuruan harus mampu menempatkan alumninya ke dalam bidang pekerjaan tertentu.

6.   Sex bias : Pendidikan kejuruan tidak membatasi perbedaan jenis kelamin untuk para peminatnya. Pendidikan kejuruan menyediakan tempat untuk bagi siapa saja yang ingin belajar, baik laki-laki ataupun perempuan.

7.   Special needs : Prinsip ini juga telah diterapkan dengan baik, yaitu dapat dilihat dengan disediakannya berbagai jurusan pada pendidikan kejuruan, sehingga peserta didik dapat memilih jurusan tersebut sesuai kebutuhan, kemampuan, minat dan bakat mereka.

 Dari uraian di atas dapat kita ketahui bahwa semua prinsip tersebut saling berkaitan satu sama lain. Dan dalam relevansinya dengan pendidikan kejuruan yang sedang berkembang saat ini, prinsip-prinsip tersebut, baik principle and people, principle and program serta principle and process telah diterapkan dan masih dalam proses penerapan secara keseluruhan yang membutuhkan perhatian dari semua pihak terkait, baik pemerintah, industri maupun pendidik kejuruan untuk perbaikan mutu dan kualitas pendidikan kejuruan di masa yang akan datang.
loading...
artikel kejuruan

No comments:

Post a Comment

Search Post