Laman

29 Apr 2016

Pengertian Supervisi Pendidikan

Supervisi adalah bantuan dalam pengembangan situasi pembelajaran yang lebih baik “Supervision is assistance in the devolepment of a better teaching learning situation” Kimball Wiles (1976). Rumusan ini mengisyaratkan bahwa layanan supervise meliputi keseluruhan situasi belajar mengajar (goal, material, technique, method, teacher, student, an envirovment). Situasi belajar inilah yang seharusnya diperbaiki dan ditingkatkan melalui layanan kegiatan supervise. Dengan demikian layanan supervise tersebut mencakup seluruh aspek dari penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran.

Pengertian dan konsep supervise tidak bisa disamakan dengan inspeksi, inspeksi lebih menekankan kepada kekuasaan dan bersifat otoriter, sedangkan pengertian supervisi lebih menekankan kepada persahabatan yang dilandasi oleh pemberian pelayanan dan kerjasama yang lebih baik diantara guru-guru, karena bersifat demokratis. Istilah supervisi pendidikan dapat dijelaskan baik menurut asal usul (etimologi), bentuk perkataannya (morfologi), maupun isi yang terkandung dalam perkataan itu (semantic).

Supervisi menjadikan seorang guru dapat meningkatkan pemahaman melalui cara yang lebih mudah diterima oleh seorang guru sebagai seorang individu. Hal ini terlihat dari sifat supervisi yang lebih demokratis. Kita dapat menerima pemahaman baru dan memberi pemahaman baru tanpa harus dengan unsur paksaan, atau otoritas dari orang lain. Jika hal ini terwujud maka seorang supervisor telah memberikan bantuan kepada orang yang disupervisi dalam mengembangkan pembelajaran menjadi lebih baik.

Untuk lebih memahami pengertian supervisi dalam pendidikan berikut adalah beberapa uraian yang dapat mebantu:

1. Pengertian supervisi secara etimologis diambil dalam perkataan bahasa inggris “Supervision” artinya pengawasan di bidang pendidikan. Selanjutnya orang yang melakukan supervisi disebut supervisor.

2. Pengertian supervisi secara morfologis dapat dijelaskan menurut bentuk perkataannya. Supervisi terdiri dari dua kata. Super berarti atas, lebih. Visi berarti lihat, tilik, awasi. Seorang supervisor memang mempunyai posisi diatas atau mempunyai kedudukan yang lebih dari orang yang disupervisinya.

3. Pengertian supervisi secara semantic pada hakekatnya isi yang terkandung dalam definisi yang rumusannya tentang sesuatu tergantung dari orang yang mendefinisikan. Wiles secara singkat telah merumuskan bahwa supervisi sebagai bantuan pengembangan situasi mengajar belajar agar lebih baik. Adam dan Dickey merumuskan supervisi sebagai pelayanan khususnya menyangkut perbaikan proses belajar mengajar. Sedangkan Depdiknas (1994) merumuskan supervisi sebagai berikut: “Pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik”.

Dengan demikian, supervisi ditujukan kepada penciptaan atau pengembangan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Untuk itu ada dua hal (aspek) yang perlu diperhatikan :

a. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

b. Hal-hal yang menunjang kegiatan belajar mengajar

Karena aspek utama adalah guru, maka layanan dan aktivitas kesupervisian harus lebih diarahkan kepada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar. Untuk itu guru harus memiliki yakni : 1) kemampuan personal, 2) kemampuan professional, 3) kemampuan social (Depdiknas, 1982).

Atas dasar uraian diatas, maka pengertian supervisi pendidikan dapat dirumuskan sebagai serangkaian usaha pemberian bantuan kepada guru dalam bentuk layanan professional yang diberikan oleh supervisor (pengawas sekolah, kepala sekolah, dan Pembina lainya) guna meningkatkan mutu proses dan hasil belajar mengajar. Karena supervisi atau pembinaan guru tersebut lebih menekankan pada pembinaan guru tersebut pula “Pembinaan professional guru” yakni pembinaan yang lebih mengarahkan pada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan profesional guru.Supervisi dapat kita artikan sebagai pembinaan. Sedangkan sasaran pembinaan tersebut bisa untuk kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha. Namun yang menjadi sasaran supervisi diartikan pula pembinaan guru.

loading...
artikel kejuruan

No comments:

Post a Comment

Search Post