Laman

9 May 2016

Apa yang Dimaksud Pembelajaran Terintegrasi

Pembelajaran terintegrasi merupakan pengelolaan pembelajaran secara integratif bermuara kepada profil kompetensi lulusan.Pembelajaran berbasis kompetensi menggunakan paradigma outcome-based education. SKL SMK merupakan outcome sebagai profil standar lulusan yang diharapkan bagi semua lulusan SMK. 

Dalam pembelajaran terintegrasi setiap guru dan semua pemangku kepentingan harus menyadari peran dan fungsinya dalam kerangka pembentukan SKL SMK. Penyelenggaraan pembelajaran dirancang secara terintegrasi sebagai proses pembentukan SKL. Pembelajaran di SMK tidak cukup dilaksanakan sematamata hanya membentuk SK dan KD secara parsial. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMK digunakan sebagai dasar pengembangan program.

Menurut Suyanto kurikulum sebagai program pada hakekatnya merupakan kurikulum yang berbentuk programprogram pengajaran secara nyata. Secara konkret kurikulum sebagai program berwujud silabus yang memuat standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, tempat pembelajaran, waktu pembelajaran, dan sumber-sumber belajar.

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam KTSP silabus merupakan rencana program pembelajaran untuk masing-masing kompetensi dasar dalam satu standar kompetensi.

Silabus dikembangkan dengan cara mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran  sebagaimana tercantum pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) atau Standar lain, dengan memperhatikan hal-hal berikut:
a. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI;
b. keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;
c. keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar, standar kompetensi, standar kompetensi mata pelajaran, dan SKL. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.
a. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional;
b. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar;
c. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran;
d. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.

KTSP sebagai hasil belajar yang ingin dicapai oleh peserta didik mendeskripsikan kompetensi mulai dari Standar Kompetensi Lulusan SMK, Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran yang dijabarkan menjadi Kompetensi Dasar lengkap dengan indikator sebagai performance atau kriteria kinerja yang diharapkan sebagai hasil belajar. KTSP sebagai hasil belajar menjadi sebuah konsep yang berkembang dan mudah dielaborasi oleh sekolah, guru, peserta didik, dan masyarakat.

KTSP tidak sekedar sebagai produk “ritual” yang harus “dikeramatkan” setelah disahkan. Indikator masing-masing kompetensi dasar merupakan pernyataan output atau hasil yang diharapkan sebagai penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Keluaran hasil belajar dapat diuji menggunakan penilaian.

Pengujian adalah proses pengumpulan bukti-bukti dan pembuatan keputusan apa adanya terhadap sekumpulan indikator (unjuk kerja) yang tertera dalam sebuah standar, membuat keputusan tentang apakah sebuah kompetensi telah dicapai. Pengujian kompetensi sebaiknya memperhatikan acuan penilaian yang ada pada SKKNI yang berfungsi:
• Menjelaskan prosedur penilaian yang harus dilakukan;
• Persyaratan awal yang mungkin diperlukan sebelum menguasai unit yang dimaksud tersebut;
• Informasi tentang pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan terkait dan mendukung tercapainya kompetensi
dimaksud;
• Aspek-aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi yang dimaksud;
• Pernyataan tentang jenjang/level kompetensi unit yang
dimaksud.

Pengujian kompetensi adalah proses formal untuk memutuskan apakah seseorang telah memenuhi standar tertentu dari suatu kompetensi, dimana hal ini bertujuan untuk menghasilkan sertifikasi atas pencapaian seseorang dalam suatu kompetensi.
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam
proses pengujian adalah ke-auntentic-kan (authenticity), kekinian (currency), keandalan (reliability), keabsahan (validity), kehematan biaya (cost effectiveness).

- Authenticity: “Kepemilikan” atas bukti-bukti kemampuan adalah sangat penting untuk memastikan bahwa buktibukti kemampuan atau hasil ujian yang ada adalah benarbenar milik si calon pekerja.
- Currency. Kekinian dari bukti-bukti kemampuan. Kadangkala bukti-bukti tentang keahlian/kompetensi seseorang sudah usang atau kedaluwarsa untuk diberlakukan.
- Reliability. Hasil-hasil dari ujian tertentu bersifat konsisten tanpa mengkaitkannya dengan siapa yang melakukan pengujian atau kapan pengujian dilaksanakan.
- Validity. Ujian yang dilakukan haruslah menguji hal-hal yang memang seharusnya diuji.
- Cost effectiveness. Perlu diperhatikan keseimbangan antara metode pengujian yang ideal dengan biaya yang diperlukan untuk mencapainya.

Dalam konteks pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi, pengujian akan mengukur tentang jangkauan pengetahuan dan ketrampilan seseorang diacukan terhadap standar pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan oleh pihak industri dan didukung oleh DEPDIKNAS.

Dengan mengacu kepada kebutuhan yang telah dibakukan ini, bisa dikembangkan beberapa metode dalam ‘menghakimi’ kemampuan atau kompetensi seseorang, antara lain:
- Observasi, dimana penguji mengamati peserta uji yang sedang melakukan tugas tertentu. Observasi bisa disertai dengan pertanyaan lisan. Dari pengujian ini bisa didapatkan bukti-bukti tentang ketrampilan dan sikap dari orang yang diuji.
- Peragaan dan pertanyaan, dimana pengamatan terdiri atas peragaan praktek yang terstruktur dilakukan oleh peserta uji dan penguji bisa melihat proses dan hasilnya. Ketrampilan dan pengetahun peserta uji akan nyata terlihat dan langsung bisa diambil keputusan: kompeten atau tidak kompeten.
- Ujian tulis, sering digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan atau sering juga dipakai untuk meyakinkan potensi kompetensi seseorang; diterapkan bersama-sama dengan peragaan praktek.
- Ujian lisan, biasa digunakan bersama ujian praktek atau untuk menguji kecepatan dan ketepatan dalam melakukan peragaan keahlian tertentu. Dengan interview akan bisa dinilai obyektifitas peserta uji dalam menjawab pertanyaan.Hal ini sangat penting terutama bila yang akan di-rekrut adalah pekerja yang akan menduduki customer-services.
- Project, ini dilakukan pada pengujian yang mandiri tanpa pengawasan, yang mungkin saja peserta uji harus bekerja kelompok. Selesainya suatu project digunakan sebagai bukti bagi penguji untuk mengambil keputusan.
- Simulasi, meliputi simulasi komputer dan role-playing; dimana tugas /materi ujian dan situasi pengujian dibuat semirip mungkin dengan lingkungan kerja sesungguhnya. Simulasi komputer untuk jangka panjang sangat menghemat biaya karena tidak perlu menyediakan bahan habis atau peralatan-peralatn uji atau peraga yang mahal.
- Portofolio, ini berguna untuk menguji ketrampilan yang telah dicapai dimasa lalu. Catatan-catatan prestasi merupakan bukti-bukti yang cukup meyakinkan tetang kemampuan seseorang.
- Pengujian berbasis komputer, yang bisa berupa tanyajawab interactive sehingga penguji bisa menilai peserta uji.

Program sertifikasi yang ada saat ini banyak yang memanfaatkan teknologi jaringan internet. Tanya jawab secara on-line yang dilengkapi dengan sistem validasi dan authentivikasi yang canggih membuat pengujian kompetensi menjadi murah karena bisa mengurangi biaya transportasi.

Metode pengujian yang dipilih haruslah sesuai dengan situasi, kondisi, dan unjuk kerja yang diharapkan untuk diuji. Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, teknik pengujian
yang cocok akan mudah ditentukan dengan mengacu kepada
tiga kunci kompetensi di atas yaitu pengetahuan, keterampilan,
dan sikap.

Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.
a. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi;
b. Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya;
c. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa;
d. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut.
Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan;
e. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.

KTSP sebagai pengalaman belajar merupakan kelanjutan dari ketiga pengertian sebelumnya. KTSP sebagai pengalaman belajar merupakan akumulasi pengalaman pendidikan peserta didik sebagai hasil dari aktivitas pembelajaran. Aktivitas pembelajaran sebagai realisasi implementasi KTSP akan memberikan banyak kemungkinan-kemungkinan ketercapaian nya.

Apa yang direncanakan pada KTSP belum tentu berhasil seperti yang diharapkan. Banyak faktor ikut mempengaruhi ketercapaian KTSP sebagai program pembelajaran diantaranya profesionalisme guru, ketersediaan bahan ajar, peralatan lab dan bengkel, sarana ruang kelas, media belajar, kerjasama dengan industri untuk prakerin, ICT, dan sebagainya.

Pembelajaran terintegrasi menjadikan pengalaman belajar yang memadai sebaiknya disusun serealistik mungkin dengan memperhatikan peluang, tantangan, kekuatan, dan kelemahan sekolah. Segenap guru yang terlibat di bidang/program keahlian harus memusatkan perhatiannya pada peserta didik dalam proses pembelajaran menggunakan KTSP yang telah ditetapkan.

loading...
artikel kejuruan

No comments:

Post a Comment

Search Post