Laman

10 May 2016

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mindset

Ada empat faktor yang mempengaruhi pola pikir seseorang, yaitu lingkungan keluarga, pergaulan dengan masyarakat, pendidikan, dan sistem kepercayaan atau keyakinan.

a. Lingkungan Keluarga

Keluarga yang mengembangkan kebiasaan makan bersama, membaca buku, mematikan lampu setelah selesai digunakan, dan kebiasaan positif lainnya, akan menghasilkan anggota keluarga yang memiliki pola pikir yang terwarnai oleh nilai-nilai yang dibangun bersama oleh keluarga tadi.

Pola pikir seseorang yang berasal dari keluarga yang sarat dengan sistem nilai positif, dipastikan akan lebih unggul dari keluarga yang tidak atau kurang membangun sistem nilainya.

b. Pergaulan dengan Masyarakat

Orang yang banyak berteman dengan pengusaha, cenderung memperlihatkan pola pikir seperti pengusaha. Orang yang berteman dengan politikus, cenderung akan mengikuti gaya berpikir politikus. Orang yang berteman dengan tukang rumpi, dia akan tertular dengan kegatalannya para perumpi. Dan, bila seorang orang berteman dengan orang yang shalih, diapun cenderung akan mengadopsi sifat-sifat dan cara berpikir orang shalih tersebut. Konsekuensinya, bila seorang orang ingin memiliki pola pikir yang baik, ia akan berhati-hati dalam memilih teman.

c. Pendidikan

Pendidikan adalah solusi terbaik untuk membentuk pola pikir yang unggul. Seorang orang tidak akan membiarkan waktunya berlalu tanpa membaca buku. Ia akan rajin men-charge dirinya sendiri melalui seminar-seminar yang bermanfaat. Ia Ia akan berusaha untuk meningkatkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, bukan karena selembar ijazah atau kebanggaan menyandang sederet gelar akademik, tapi karena kesadaran untuk terus meningkatkan kompetensi diri. Iapun tidak akan membiarkan dirinya menonton TV lebih dari satu jam sehari.

d. Sistem Kepercayaan (Belief System)

Faktor yang paling dominan mempengaruhi pola pikir adalah sistem kepercayaan atau keyakinan seseorang (belief system). Bukti sangat kuat bahwa sistem keyakinan memberikan pengaruh yang paling dominan terhadap pola pikir seorang orang.

Belief System, atau sistem kepercayaan, atau sistem keyakinan, juga mampu mengarahkan seorang Orang untuk memberikan pelayanan terbaik kepada semua orang yang berurusan dengannya, baik itu masyarakat, atasan, bawahan, atau kolega. Seorang Orang yang mempunyai mental senang, ikhlas, dan antusias dalam melayani, berkeyakinan bahwa semua itu ia lakukan semata karena ia ingin bermanfaat bagi manusia lainnya.

Meyakini bahwa apa yang ditabur akan dituai, artinya pelayanannya kepada masyarakat bukan sekedar melaksanakan tugas, tapi juga investasi yang sangat bernilai untuk akhiratnya kelak. Investasi yang dapat menghantarkannya kepada hadiah yang paling dinanti umat manusia sedunia, ...surga !! – the most most beautiful place, where anybody in it are allowed to do and to get anything they want. A Place that never imagine before.

Bila dalam sebuah lembaga ditemukan orang yang selalu disiplin, berkinerja baik, bertanggungjawab, selalu berusaha meningkatkan kompetensinya, berusaha melayani pimpinan, kolega, bawahan, dan masyarakatnya dengan pelayanan yang terbaik, sangat boleh jadi ia adalah orang yang memiliki pola pikir akhirat, belief system yang menurut kami tiada tandingannya.

Selain faktor diatas yang dapat mengubah pola piker menjadi lebih baik, namun ada beberapa faktor yang menyebabkan perubahan mindset sangat sulit atau tidak mungkin dilakukan karena beberapa hal sebagai berikut :

  1. Merasa tidak punya masalah
  2. Mau berubah, tetapi tidak tahu caranya
  3. Tidak mau berubah walau tahu caranya
  4. Takut perubahan akan membawa dampak negative
  5. Tidak tahu cara yang benar untuk bisa masuk ke pikiran bawah sadar
  6. Teknik terapi yang kurang tepat
loading...
artikel kejuruan

No comments:

Post a Comment

Search Post