Laman

9 May 2016

Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah/Problem-Based Learning

Pembelajaran berbasis masalah/ Problem based learning (PBL) sangat populer didunia pendidikan kedokteran. Model  pembelajaran berbasis masalah ini hampir sama dengan case-based lerning, goal-based scenario, just-in-time training, project-based learning. Pembelabelajaran Berbasis masalah diartikan sebagai penyajian permasalahan (nyata atau simulasi) kepada peserta didik merupakan fokus dari pembelajaran, kemudian peserta didik diminta mencari pemecahannya melalui serangkaian kegiatan penelitian dan investigasi (mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data, menggunakan data) berdasarkan teori, konsep, prinsip yang dipelajari dari berbagai bidang ilmu.

Pembelajaran berbasis masalah/ Problem based learning memfasilitasi setiap individu peserta didik mengkonstruksi pengetahuan secara aktif. Permasalahan menjadi acuan konkret sebagai target atau fokus perhatian peserta didik. Sumber belajar diberikan sejalan dengan permasalahan, peserta didik ditugaskan untuk mendiskusikan, dan menemukan cara-cara pemecahan permasalahan. Permasalahan merupakan sebagian dari standar kompetensi atau beberapa kompetensi dasar sebagai sarana yang
memfasilitasi terjadinya proses pembelajaran peserta didik dan
melakukan penalaran secara kritis. PBL sangat mendukung pembentukan kompetensi peserta didik berkembang menjadi praktisi yang profesional.

Ciri khas  pembelajaran berbasis masalah/ Problem based learning (PBL) terletak pada kemampuan mengkaitkan antara ketrampilan dengan bidang ilmu, ketrampilan berpikir kritis,
berkolaborasi, berdiskuasi, berargumentasi, mencari informasi,
mendapatkan dan mengevaluasi data, mengorganisasikan dan
merawat file, menginterpretasikan dan mengkomunikasikan,
menggunakan komputer untuk memproses informasi,
menggunakan waktu, uang, material.

Pembelajaran berbasis masalah/ Problem based learning  dapat membentuk interpersonal skills: bekerja dalam tim, saling mengajari, melayani pelanggan, memimpin, bernegosiasi, bekerja dengan baik dengan orang-orang dari berbagai latar belakang budaya yang berbeda. PBL baik dikembangkan di SMK kaitannya dengan pengembangan SKL. PBL membangun kompetensi menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan, menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk
pemberdayaan diri, menunjukkan kemampuan menganalisis
dan memecahkan masalah kompleks, menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan social, memanfaatkan
lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab, dan
berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun.

Sebagai proses pembelajaran yang berorientasi pada proses belajar siswa, PBL sangat dipengaruhi oleh otoritas peserta didik dan guru dalam interaksi perencanaan pembelajaran. Struktur PBL dapat digambarkan seperti gambar berikut :
Pembelajaran Berbasis Masalah
Gambar1. Struktur Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)

Dari gambar 1 dapat dipetakan ada empat kemungkinan bentuk aktivitas PBL. Di SMK, SKL, SK-MP, SK-KD mata pelajaran telah ditetapkan dan dijabarkan dalam silabus KTSP. Karenanya topik permasalahan dan sumber belajar cendrung disediakan oleh guru. Dalam hal ini bentuk aktivitas PBL adalah studi kasus. Dalam beberapa hal topik permasalahan disediakan oleh guru sedangkan peserta didik diminta mencari sumber bahan belajar.

Aktivitas pembelajaran berbasis masalah/ Problem based learning (PBL) bentuknya problem terstruktur dalam bentuk makalah (project paper) dan problem tidak terstruktur bisa saja dikembangkan di SMK tetapi porsinya cendrung kecil.

loading...
artikel kejuruan

No comments:

Post a Comment

Search Post