Laman

5 May 2016

Pengujian Hipotesis

    1. Hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.
    2. Rumusan masalah bisa berupa pernyataan tentang hubungan dua variabel atau   lebih, perbandingan (komparasi), atau variabel mandiri (deskripsi).
  1. Dalam statistik dan penelitian terdapat dua macam hipotesis, yaitu hipotesis nol atau alternatif.
  1. Hipotesis nol menyatakan “tidak ada”
 Misalnya, tidak adanya hubungan antara satu variabel dengan variabel lain, tidak adanya perbedaan antara satu variabel atau lebih pada populasi sampel yang berbeda., dan tidak adanya perbedaan antara yang diharapkan dengan kenyataan pada satu variabel atau lebih untuk populasi atau sampel yang sama. Hipotesis yang diuji adalah hipotesis nol. Hipotesis alternatif adalah lawannya hipotesis nol
  1. Tiga macam bentuk rumusan hipotesis, yaitu hipotesis deskriptif, hipotesis komparatif, dan hipotesis asosiatif (hubungan).
  1. Hipotesis Deskriptif
Hipotesis deskriptif adalah dugaan tentang nilai suatu variabel mandiri, tidak membuat perbandingan atau hubungan.
Rumusan masalah penelitian:
a.      Seberapa tinggi daya tahan lampu merk X?
b.      Seberapa tinggi produktivitas padi di Kabupaten Solok?
c.       Berapa lama daya tahan lampu merk A dan B?
d.      Seberapa baik gaya kepemimpinan di lembaga X
Rumusan hipotesisnya:
a.      Daya tahan lampu merk X = 800 jam
b.      Produktivitas padi di Kabupaten Solok 8 ton/ha.
c.       Daya tahan lampu merk A = 450 jam dan merk B = 600 jam.
d.      Gaya kepemimpinan di lembaga X telah mencapai 70 % dari yang diharapkan.
  1. Hipotesis Komparatif
Hipotesis komparatif adalah pernyataan yang menunjukkan dugaan nilai dalam satu variabel atau lebih pada sampel yang berbeda.
Rumusan masalah:
a.      Adakah perbedaan daya tahan lampu merk A dan B?
b.      Adakah perbedaan produktivitas kerja antara pegawai golongan I, II, dan III?
Rumusan hipotesis:
a.      Terdapat perbedaan daya tahan lampu antara lampu merk A dan B?
b.      Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara golongan I, II, III.
  1. Hipotesis Hubungan (Asosiatif)
Hipotesis asosiatif adalah suatu pertanyaan yang menunjukkan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.
Rumusan masalahnya:
Adakah hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efektifitas kerja?
Rumusan hipotesisnya:
Ho : Tidak ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efektifitas kerja
Ha : Terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efektifitas kerja
Hipotesis statistiknya:
Ho  :  ρ  =  0
Ha  :  ρ    0
ρ  =  simbol yang menunjukkan kuatnya hubungan.
  1. Taraf kesalahan dalam pengujian hipotesis
    1. Menguji hipotesis pada dasarnya adalah menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel.
    2. Ada dua cara menaksir yaitu: a point estimate (titik taksiran) dan interval estimate (taksiran interval).
    3. A point estimate adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan satu nilai data sampel.
    4. Interval estimate adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan nilai interval data sampel.
    5. Contoh hipotesis (taksiran) dari a point estimate.
Daya tahan kerja orang Indonesia 10 jam/hari.
Jadi daya tahan kerja orang Indonesia ditaksir melalui satu nilai yaitu 10 jam/hari.
    1. Contoh hipotesis (taksiran) dari interval estimate.
Daya tahan kerja orang Indonesia antara 8 sampai dengan 12 jam/hari.
Nilai intervalnya adalah 8 sampai dengan 12 jam.
    1. Menggunakan point estimate memiliki resiko kesalahan yang lebih besar dibandingkan dengan menggunakan interval estimate.
Menaksir daya tahan kerja orang Indonesia 10 jam/hari memiliki resiko kesalahan lebih besar disbanding nilai taksiran 8 sampai 12 jam/hari.
    1. Kesalahan taksiran dinyatakan dalam peluang yang berbentuk prosentase.
    2. Biasanya kesalahan taksiran dalam penelitian ditetapkan lebih dahulu, yang digunakan 5 % atau 1 %.
  1. Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis
1.  Terdapat dua kesalahan dalam pengujian hipotesis:
     a.    Kesalahan Tipe I adalah suatu kesalahan bila menolak hipotesis nol (Ho) yang benar (seharusnya diterima). Tingkat kesalahan dinyatakan dengan α.
     b.    Kesalahan Tipe II adalah suatu kesalahan bila menerima hipotesis yang salah (seharusnya ditolak). Tingkat kesalahan dinyatakan dengan β.
loading...
artikel kejuruan

No comments:

Post a Comment

Search Post