Laman

17 Oct 2016

Kepemimpinan Visioner dan Strategis

Abstrak:

Ukuran modernitas manusia modern adalah keterlibatannya dalam organisasi. Setiap organisasi akan selalu memiliki pemimpin. Pemimpin dapat muncul secara alamiah maupun melalui proses pengisian yang modelnya disepakati bersama oleh para anggota kelompok.

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui apa yang dimaksud kepemimpinan visioner dan kepemimpinan strategis.

Kepemimipinan visioner adalah pemimpin yang mempunyai suatu pandangan visi misi yang jelas dalam organisasi. Kepemimpinan strategis merupakan kepemimpinan yang bertanggung jawab untuk menciptakan harmoni antara tuntutan lingkungan ekstrenal organisasi dengan visi, misi, strategi dan implementasi organisasi.

Kata Kunci: kepemimpinan, pemimpin, visioner, strategis.

 

Download Artikel Kepemimpinan visioner dan strategis disini

 

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada awal lahirnya peradaban , manusia merupakan mahkluk pemburu yang solitair (penyendiri), yang kemudian berkembang menjadi mahkluk pembuat api (man as a fire making). Dalam perkembangan selanjutnya , manusia kemudian menjadi mahkluk sosial (homo socious) yang lebih lanjut berkembang menjadi manusia modern yang dikategorikan sebagai mahkluk organisasi (homo organismus).

Manusia sebagai makhluk sosial tentu tidak mungkin bisa memisahkan hidupnya dengan manusia lain. Manusia selalu berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungannya. Oleh karena itu segala bentuk kebudayaan, tatanan hidup, dan sistem kemasyarakatan terbentuk dari hasil interaksi dan benturan kepentingan antara manusia yang satu dengan manusia lainnya.

Ukuran modernitas manusia modern adalah keterlibatannya dalam organisasi. Semakin modern seseorang, dia akan semakin banyak terlibat dalam berbagai bentuk organisasi. Terlebih lagi pada era revolusi informatika dan komunikasi seperti saat ini. Pada masyarakat modern seperti sekarang ini, keanggotaan dalam suatu organisasi sudah bersifat lintas negara, sehingga mengarah sebagai warga dunia (world citizen), yang terikat pada kewarganegaraan dunia (world citizenship), melalui jaringan internet (netcitizen).

Esensi manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalah kesadaran manusia tentang status dan posisi dirinya adalah kehidupan bersama, serta bagaimana tanggungjawab dan kewajibannya di dalam kebersamaan. Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan manusia yang harmonis antar anggota kelompok haruslah saling menghormati dan menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan dan menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia.

Secara naluriah, pada setiap kelompok akan selalu ada pemimpinnya, yang muncul secara alamiah maupun melalui proses pengisian yang modelnya disepakati bersama oleh para anggota kelompok. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri.

Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif sulit.

Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik. Manusia yang memiliki kemampuan lebih baik dari pada yang lain akan ditunjuk sebagai orang yang dipercayakan untuk mengatur orang lain. Manusia yang demikian kemudian disebut dengan pemimpin atau manajer. Dari kata pemimpin itulah kemudian muncul istilah kepemimpinan.

Kebutuhan manusia dalam berinteraksi dengan kelompoknya diwujudkan dalam suatu organisasi, yaitu wadah tempat berkumpulnya individu-individu yang secara bersama-sama bekerja untuk mencapai visi, misi dan tujuan organisasi yang telah ditetapkan dibawah kepemimpinan seorang pemimpin .

Kemampuan pemimpin untuk mendekati organisasinya dengan gaya kepemimpinan tertentu akan mengarahkan untuk bisa mencapai visi, misi dan tujuan organisasi. Pemimpin bisa diibaratkan sebagai pemegang kemudi yang menentukan arah dan tujuan organisasi sekaligus eksistensinya pada masa yang akan datang.

Masalah kepemimpinan sama tuanya dengan sejarah manusia. Permasalahannya sekarang adalah bagaimana seorang pemimpin dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Untuk memilih seorang pemimpin yang baik dan efektif tentu ada kriteria-kriteria tertentu. Perkembangan model-model kepemimpinan di masyarakat juga beragam. Setiap model kepemimpinan memiliki karakteristik yang berbeda.

Kepemimpinan merupakan faktor penggerak organisasi melalui penanganan perubahan dan manajemen yang dilakukannya sehingga keberadaan pemimpin bukan hanya sebagai simbol yang ada atau tidakknya tidak menjadi masalah, tetapi keberadaannya memberi dampak positif bagi perkembangan organisasi.

Seorang pemimpin yang efektif akan selalu mencari cara-cara yang lebih baik. Seseorang dapat menjadi pemimpin yang berhasil jika percaya pada pertumbuhan yang berkesinambungan, efesiensi yang meningkat dan keberhasilan yang berkesinambungan dari organisasi yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Dalam hal pencapaian suatu tujuan diperlukan suatu perencanaan dan tindakan nyata untuk dapat mewujudkannya. Secara umum tujuan suatu organisasi dapat dilihat dari visi dan misi. Tinggal bagaimana seorang pemimpin dapat mengarahkan bawahannya untuk mencapai visi dan misi tersebut. Visi dan misi dalam suatu organisasi merupakan suatu konsep perencanaan yang di sertai dengan tindakan sesuai dengan apa yang di rencanakan untuk mencapai suatu tujuan.

 

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas, masalah yang akan dibahas dalam makalah ini dirumuskan sebagai berikut:

a. Apa yang dimaksud kepemimpinan visioner?

b. Apa yang dimaksud kepemimpinan strategis?

 

C. Tujuan Penulisan

Dari rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui:

a. Untuk mengetahui yang dimaksud kepemimpinan visioner.

b. Untuk mengetahui yang dimaksud kepemimpinan strategis.

 

II. PEMBAHASAN

Pemimpin dan kepemimpinan dalam suatu organisasi adalah dua hal yang saling berkaitan. Tipe kepemimpinan adalah gaya yang dipakai oleh seorang pemimpin tidak hanya mengendalikan organisasi tetapi juga menginspirasi dan menciptkan kultur organisasi dalam organisasi yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, sekaligus menjaga keberlangsungan organisasi pada masa yang akan datang. Salah satu tipe kepemimpinan yang terkini adalah kepemimpinan strategis visioner. Dalam perkembangannya, tantangan organisasi saat ini begitu kompleks, oleh sebab itu diperlukan pemimpin yang memiliki pola berpikir dan bertindak visioner dan strategis.

 

A. Kepemimpinan Visioner

Pandangan terbaru yang sangat populer tentang leadership adalah pemimpin karismatik dan menarik yang memberikan inspirasi serta motivasi kepada orang lain. Kita menyebut tipe ini Visionary Hero. Tipe ini diberi ciri kemampuan untuk menciptakan motivasi tinggi dan menyerap visi masa depan. Pemimpin ini mempunyai kapasitas untuk memberi energy kepada orang lain agar mengejar visi (Rivai, 2012: 66 – 67 ). Istilah lain untuk menggambarkan pimpinan ini adalah “transformational” dan “karismatik”.

Pemimipin visioner adalah pemimpin yang mempunyai suatu pandangan visi misi yang jelas dalam organisasi. Pemimpin visioner sangat lah cerdas dalam megamati suatu kejadian di masa depan dan dapat menggambarkan visi misinya dengan jelas. Pemimpin dapat membangkitkan semangat para anggotanya dengan menggunakan motivasinya serta imajinanasinya, untuk membuat suatu organisasi lebih hidup, menggerakan semua komponen yang ada dalam organisasi, agar organisasi dapat berkembang.

Kepemimpinan visioner, adalah pola kepemimpinan yang ditujukan untuk memberi arti pada kerja dan usaha yang perlu dilakukan bersama-sama oleh para anggota perusahaan dengan cara memberi arahan dan makna pada kerja dan usaha yang dilakukan berdasarkan visi yang jelas.

Kepemimpinan Visioner memerlukan kompetensi tertentu. Pemimipin visioner setidaknya harus memiliki empat kompetensi kunci sebagaimana dikemukakan oleh Burt Nanus (1992), yaitu:

1. Harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan manajer dan karyawan lainnya dalam organisasi. Hal ini membutuhkan pemimpin untuk menghasilkan “guidance, encouragement, and motivation.”

2. Harus memahami lingkungan luar dan memiliki kemampuan bereaksi secara tepat atas segala ancaman dan peluang. Ini termasuk, yang plaing penting, dapat "relate skillfully" dengan orang-orang kunci di luar organisasi, namun memainkan peran penting terhadap organisasi (investor, dan pelanggan).

3. harus memegang peran penting dalam membentuk dan mempengaruhi praktek organisasi, prosedur, produk dan jasa. Seorang pemimpin dalam hal ini harus terlibat dalam organisasi untuk menghasilkan dan mempertahankan kesempurnaan pelayanan, sejalan dengan mempersiapkan dan memandu jalan organisasi ke masa depan (successfully achieved vision).

4. memiliki atau mengembangkan "ceruk" untuk mengantisipasi masa depan. Ceruk ini merupakan sebuah bentuk imajinatif, yang berdasarkan atas kemampuan data untuk mengakses kebutuhan masa depan konsumen, teknologi, dan lain sebagainya. Ini termasuk kemampuan untuk mengatur sumber daya organisasi guna mempersiapkan diri menghadapi kemunculan kebutuhan dan perubahan ini.

Kemampuan pemimpin menciptakan visi dan menerjemahkannya pada kenyataan disebut visionary leadership merupakan sasaran yang menarik sehingga terjadi komitmen dan seluruh personel untuk meraihnya. Pemimpin harus merumuskan visi sendiri dengan melibatkan orang atau tim untuk membantu merumuskannya. Visi dapat memuat sasaran kuantitatif misalnya target yang dinyatakan dengan prosentase, atau dapat menyatakan tahun pencapaian, dan dapat pula hanya menggambarkan kondisi di masa depan yang akan dicapai.

Kepemimpinan visioner bisa dipahami sebagai pola kepemimpinan yang ditujukan untuk memberi arti pada kerja dan usaha yang perlu dilakukan bersama-sama oleh para anggota perusahaan dengan memberi arahan dan makna pada kerja dan usaha yang dilakukan berdasarkan visi yang jelas.

Pemimpin visioner adalah pemimpin yang tahu kapan harus berlayar mengikuti angin dan kapan harus berlawanan dengannya, untuk mencapai pelabuhan kesuksesan. Dengan demikian visi harus didasarkan pada pemahaman yang mendasar terhadap kompetensi inti serta kondisi dan posisi kita sekarang dalam sebuah organisasi.

Visi cenderung tidak dapat berhasil tanpa perubahan-perubahan pokok sebagai refleksi nilai-nilai dan budaya agamais. Keberhasilan sebuah visi organisasi dapat diusahakan apabila pemimpin berupaya secara terus menerus mengembangkan program-program baru. Visi baru dari sebuah organisasi dan menghindari kelemahan, oleh karena itu perlu diadakan analisis lingkungan internal. Harus dibuat strategi untuk mempengaruhi keputusan dan komitmen pimpinan tentang bagaimana memposisikan organisasi dalam lingkungannya.

Karena visi merupakan gambaran tentang masa depan yang diinginkan maka penentuan atau perumusan visi perlu mempertimbangkan segala sesuatu yang terkait dengan perumusan visi dimaksud. Sangatlah sulit memprediksi masa depan secara pasti bahkan ketidak pastian masa depan semakin tinggi karena semakin kompleksnya bidang yang diamati. Cara mudah untuk memprediksi masa depan antara lain: mengindentifikasikan semua katagori perkembangan lingkungan eksternal di masa depan yang mempengaruhi pernyataan visi, membuat daftar harapan untuk sepuluh tahun setelah jangka waktu yang diperkirakan visi, membuat daftar evaluasi terhadap daftar harapan tersebut.

Proses penetuan visi suatu organisasi tidaklah mudah, melainkan sangat kompleks sejalan dengan semakin kompleksnya perkembangan atau perubahan bidang-bidang yang diamati dalam kaitan dengan visi tersebut. Untuk itu diperlukan seorang pemimpin yang visioner yang mampu menggerakkan dan memotivasi seluruh anggota organisasi untuk dapat belajar bersama dan berjalan bersama dalam rangka mewujudkan serta organisasi yang handal dalam mewujudkan tujuannya.

Cara mencapai tujuan dan sasaran dalam bentuk strategi kemudian dirinci kedalam kebijakan-kebijakan program operasiona. Kegiatan strategi biasanya bersifat menerjemahkan pemikiran (rencana) kedalam tindakkan operasional sehari- hari dari seluruh komponen organisasi, hal ini untuk memperjelas makna dan hakekat organisasi.

Seorang pemimpin visioner harus dapat mengantisipasi keadaan atau lingkungan akan datang yang bersifat lintas sektor. Selain itu pemimpin visioner diharapkan dapat memahami resiko yang dihadapi dan mancari solusi bagaimana cara mengatasinya, memberikan arah dan dukungan pada pelaksana, memberikan kesatuan pandang merupkan alternatif terbaik untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi, mempermudah pengelolaan organisasi berdasarkan kemampuan internal organisasi tersebut.

Burt Nanus (1992), mengungkapkan ada empat peran yang harus dimainkan oleh pemimpin visioner dalam melaksanakan kepemimpinannya, yaitu:

1. Peran penentu arah (direction setter).

Peran ini merupakan peran di mana seorang pemimpin menyajikan suatu visi, meyakinkan gambaran atau target untuk suatu organisasi, guna diraih pada masa depan, dan melibatkan orang-orang dari "get-go”. Hal ini bagi para ahli dalam studi dan praktik kepemimpinan merupakan esensi dari kepemimpinan. Sebagai penentu arah, seorang pemimpin menyampaikan visi, mengkomunikasikannya, memotivasi pekerja dan rekan, serta meyakinkan orang bahwa apa yang dilakukan merupakan hal yang benar, dan mendukung partisipasi pada seluruh tingkat dan pada seluruh tahap usaha menuju masa depan.

2. Agen perubahan (agent of change).

Agen perubahan merupakan peran penting kedua dari seorang pemimpin visioner. Dalam konteks perubahan, lingkungan eksternal adalah pusat. Ekonomi, sosial, teknologi, dan perubahan politis terjadi secara terus-menerus, beberapa berlangsung secara dramatis dan yang lainnya berlangsung dengan perlahan. Tentu saja, kebutuhan pelanggan dan pilihan berubah sebagaimana halnya perubahan keinginan para stakeholders. Para pemimpin yang efektif harus secara konstan menyesuaikan terhadap perubahan ini dan berpikir ke depan tentang perubahan potensial dan yang dapat dirubah. Hal ini menjamin bahwa pemimpin disediakan untuk seluruh situasi atau peristiwa-peristiwa yang dapat mengancam kesuksesan organisasi saat ini, dan yang paling penting masa depan. Akhirnya, fleksibilitas dan risiko yang dihitung pengambilan adalah juga penting lingkungan yang berubah.

3. Juru bicara (spokesperson).

Memperoleh "pesan" ke luar, dan juga berbicara, boleh dikatakan merupakan suatu bagian penting dari memimpikan masa depan suatu organisasi. Seorang pemimpin efektif adalah juga seseorang yang mengetahui dan menghargai segala bentuk komunikasi tersedia, guna menjelaskan dan membangun dukungan untuk suatu visi masa depan. Pemimpin, sebagai juru bicara untuk visi, harus mengkomunikasikan suatu pesan yang mengikat semua orang agar melibatkan diri dan menyentuh visi organisasi secara internal dan secara eksternal. Visi yang disampaikan harus "bermanfaat, menarik, dan menumbulkan kegairahan tentang masa depan organisasi”.

4. Pelatih (coach).

Pemimpin visioner yang efektif harus menjadi pelatih yang baik. Dengan ini berarti bahwa seorang pemimpin harus menggunakan kerjasama kelompok untuk mencapai visi yang dinyatakan. Seorang pemimpin mengoptimalkan kemampuan seluruh "pemain" untuk bekerja sama, mengkoordinir aktivitas atau usaha mereka, ke arah "pencapaian kemenangan,"atau menuju pencapaian suatu visi organisasi. Pemimpin, sebagai pelatih, menjaga pekerja untuk memusatkan pada realisasi visi dengan pengarahan, memberi harapan, dan membangun kepercayaan di antara pemain yang penting bagi organisasi dan visinya untuk masa depan. Dalam beberapa kasus, hal tersebut dapat dibantah bahwa pemimpin sebagai pelatih, lebih tepat untuk ditunjuk sebagai "player-coach".

Dalam istilah lain, senior manajemen harus memberikan arahan, visi, dan inspirasi. Dalam organisasi yang menerapkan tim, semua manajer harus menjadi pemimpin dan menjadi juara dalam proses mutu. Mereka perlu mengkomunikasikan misi dan mengalirkan melalui institusi. Inilah alasan mengapa sering dikatakan bahwa institusi yang menerapkan tim sangat sedikit membutuhkan manajemen dan lebih banyak membutuhkan kepemimpinan (Rohiat, 2009:37).

Menurut Nasir (2012) kepemimpinan visioner memiliki ciri-ciri yang menggambarkan segala sikap dan perilakunya yang menunjukkan kepemimpinannya yang berorientasi kepada pencapaian visi, jauh memandang ke depan dan terbiasa menghadapi segala tantangan dan ressiko. Diantara cirri-ciri utama kepemimpinan visioner adalah:

1. Berwawasan ke masa depan : pemimpin visoner mempunyai pandangan yang jelas terhadap suatu visi yang ingin di capai, agar organisasi yang dia masuki dapat berkembang. Sesuai dengan visi yang ingin dia capai

2. Berani bertindak dalam meraih tujuan, penuh percaya diri, tidak peragu dan selalu siap menghadapi resiko. Pada saat yang bersamaan, pemimpin visioner juga menunjukkan perhitungan yang cermat, teliti dan akurat. Dalam memperhitungkan kejadian yang di anggapnya pentig

3. Mampu menggalang orang lain untuk kerja keras dan kerjasama dalam menggapai tujuan. Pemimpin visioner adalah sosok pemimpin yang patut di contoh, dia mau membuat contoh agar masyarakat sekitar mencontoh dia

4. Mampu merumuskan visi yang jelas, inspirasional dan menggugah, mengelola ‘mimpi’ menjadi kenyataan : pemimpin visioner sangatlah orang yang mempunyai komitmen yang kuat terhadap visi di embannya, dia ingin mewujudkan visinya kedalam suatu organisasi yang dia masuki.

5. Mampu mengubah visi ke dalam aksi : dia dapat merumuskan visi kedalam misinya yang selanjutnya dapat diserap anggota organisasi. Yang dapat menjadikan bahan acuan dalam setiap melangkah kedepan

6. Berpegang erat kepada nilai-niliai spiritual yang diykininya : pemimpin visioner sangatlah profesionalitas terhadap apa yang diyakini, seperti nilai – nilai luhur yang ada di bangsa ini. Dia sosok pemimpin yang bisa dijadikan contoh

7. Membangun hubungan (relationship) secara efektif : pemimpin visoner sangatlah pandai dalam membangun hubungan antar anggota, dalam hal memotivasi, memberi, membuat anggotanya lebih maju dan mandiri. Secara tidak langsung hubungan itu akan terjalin dengan sendirinya. Dia juga tidak malu – malu dalam member reward dan punnisment terhadap anggotanta, tinkat integritasnya sangatlah tinggi

8. Innovative dan proaktif : dalam berfikir pemimpin vioner sangatlah kreatif dia mengubah berfiir konvesiomal menjadiparadigma baru, dia sangatlah sosok pemimpin yang kreatif dan aktif. Dia selalu mengamati lankah – langkah kedepan dan isu – isu terbaru tentang organisasi/instasi.

 

B. Kepemimpinan Strategis

Kepemimpinan merupakan proses mengarahkan, membimbing, mempengaruhi, atau mengawasi pikiran, perasaan atau tindakan dan tingkah laku orang. Kepemimpinan juga dapat didefinisikan sebagai tindakan atau perbuatan di antara perseorangan dan kelompok yang menyebabkan baik orang maupun kelompok bergerak ke arah tujuan tertentu (Nawawi. 1997:97). Kepemimpinan merupakan hubungan di mana satu orang yakni pemimpin mempengaruhi pihak lain untuk dapat bekerja sama dalam upaya mencapai tujuan (Marno. 2007:37).

Kepemimpinan strategis merupakan kepemimpinan yang bertanggung jawab untuk menciptakan harmoni antara tuntutan lingkungan ekstrenal organisasi dengan visi, misi, strategi dan implementasi organisasi. Selain itu kepemimpinan strategis merupakan kepemimpinan yang diperlukan pada kondisi yang kompleks dalam suatu organisasi. Kepemimpinan strategis mempunyai dua peran yaitu sebagai manager dan sekaligus sebagai leader.

Secara garis besar kepemimpinan strategik dibutuhkan mengingat tantangan mengenai fokus organisasi kini telah berubah.Tantangan organisasi dewasa ini begitu kompleks, maka diperlukan pemimpin yang memiliki pola berpikir dan bertindak strategis dan visioner, sehingga setiap keputusan yang dikeluarkan tepat.

Strategi menyediakan arah yang menterjemahkan visi menjadi aksi dan merupakan dasar bagi pengembangan mekanisme spesifik untuk menolong organisasi mencapai tujuannya. Strategi adalah niat (intention), implementasi melalui struktur, sistem, budaya dan iklim, sistem insentif, menjamin terwujudnya visi di masa depan.

Pemimpin yang banyak melakukan tindakan strategis, tetapi tidak mempunyai visi yang jelas, sering dikatakan sebagai pemimpin pekerja yang harus mampu mengerjakan hal-hal yang rutin. Dengan demikian pemimpin yang unggul adalah pemimpin yang memiliki visi ke depan serta dibarengi dengan tindakan strategis yang tinggi. Hal ini akan melahirkan pemimpin yang visioner dan efektif. Pemimpin jenis ini memiliki ambisi, impian, dan cita-cita yang tinggi untuk dicapai oleh suatu organisasi. Karakteristik pemimpin stretegis diantaranya adalah:

1) visioner

2) memiliki animo yang besar

3) memiliki integritas

4) dapat dipercaya dan jujur

5) terbuka dan menghargai orang lain

6) berani mengambil resiko

7) inovatif dan kreatif

8) belajar dari pengalaman dan kekeliruan

Sedangkan peran seorang pemimpin strategis antara lain sebagai motivator, fasilitator, dinamisator, konselor, dan evaluator.

 

III. PENUTUP

A. Kesimpulan

Kepemimpinan yang memiliki visi kuat adalah tonggak penentu organisasi. Kepemimpinan visioner memiliki beberapa faktor integral, seperti kemampuan antisipasi, kecepatan, kecerdikan dan persepsi. Seluruh faktor tersebut dirangkum dalam sebuah ikatan gaya kepemimpinan yang komunikatif, coaching, terbuka, menjadi fasilitator, dan penumbuh motivasi. Faktor terakhir merupakan prasyarat bagi kepemimpinan visioner dalam mengajak seluruh anggota organisasi meraih visi organisasi. Tanpa kemampuan tinggi dalam menumbuhkan semangat dan motivasi melalui kesadaran kolektif, pencapaian visi dan keberlangsungan organisasi dipertaruhkan.

Pemimpin memiliki peran yang sangat strategis di dalam suatu organisasi atau perusahaan. Peran strategis pemimpin harus diimbangi dengan kompetensi yang sepadan. Seorang pemimpin visioner harus dapat mengantisipasi keadaan atau lingkungan akan datang yang bersifat lintas sektor. Selain itu pemimpin visioner diharapkan dapat memahami resiko yang dihadapi dan mancari solusi bagaimana cara mengatasinya, memberikan arah dan dukungan pada pelaksana, memberikan kesatuan pandang merupakan alternatif terbaik untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

B. Saran

Seorang pemimpin disarankan harus memiliki visi dan strategi untuk menjalankan organisasi yang dipimpin. Visi dan strategi merupakan hal yang mudah dibicarakan secara teoritis tapi sangat sulit dalam hal pengimplementasian. Setiap pemimpin harus mampu merumuskan visi yang jelas, inspirasional dan terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi

DAFTAR PUSTAKA

Nanus, Burt. 2001. Kepemimpinan Visioner alih bahasa oleh Frederick Ruma. Jakarta : Prenhallindo

Nawawi, Hadari. 1997. Administrasi Pendidikan. Jakarta: PT.Toko Gunung Agung

Nasir, ibnu. http://ibnunsr.wordpress.com/2012/06/05/kepemimpinan-visioner/. Diunggah 19 Maret 2014

Sutopo, Hendiyat. 2012. Perilaku Organisasi Teori dan Praktik di Bidang Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Rivai, Veithzal & Mulyadi, Deddy. 2012. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Jakarta: Rajawali Pers

Rohiat. 2009. Manajemen Sekolah: Teori Dasar dan Praktik. Bandung: PT. Refika Aditama

_____________ http://makalahmajannaii. blogspot.com/2013/01/kepemimpinan-visioner-kharismatik-dan.html. Diunggah 19 Maret 2014

loading...
artikel kejuruan

No comments:

Post a Comment

Search Post