Laman

27 Dec 2016

Grup Wawancara Terfokus

image

Dalam mempertimbangkan periklanan, hubungan dengan publik, dan percobaan produk, perusahaan telah mengeluarkan jutaan dolar setiap tahunnya untuk sebuah fokus grup untuk menguji, memperkenalkan, dan memasarkan produknya ke konsumen. Sisi lain dari kelompok wawancara terfokus adalah tidak adanya publikasi, karena digunakan untuk meneliti dan mengevaluasi strategi terhadap publik, tidak untuk keuntungan, tujuan akademik, maupun organisasi keagamaan.

Pada bagian ini akan membicarakan penggunaan fokus grup sebagai komponen dari strategi evaluasi. Fokus group yang fokus terkait keuntungan dan batas-batas penggunaan metode ini, serta menawarkan saran-saran agar kelompok wawancara terfokus lebih efektif dalam sebuah evaluasi

 

A. Pengertian Grup Wawancara Terfokus

Wawancara grup terfokus merupakan suatu kegiatan atau penelitian yang dilakukan dengan mewawancara beberpa responden yang telah ditentukan dengan memiliki kesamaan, bertujuan untuk mendapatkan informas- informasi mengenai pelaksanaan sebuah program, kegiatan, kebijakan dan lain sebagainya dalam sebuah komunitas.

Fokus grup adalah metode yang sangat bagus untuk mengumpulkan informasi untuk evaluasi formatif dan sumatif. Tetapi jangan dibatasi penggunaan fokus grup ketika program telah selesai dilaksanakan. Grup wawancara terfokus juga berguna untuk memperoleh informasi dalam tahap perancangan program, kebijakan, dan evaluasi. Berikut beberapa contoh dalam penggunaan fokus grup.

 

B. Penggunaan Grup Wawancara Terfokus

Grup Fokus wawancara dapat digunakan dalam berbagai hal. Dalam evaluasi program secara umum fokus grup ini digunakan untuk mendapatkan informasi dari beberapa responden homogen yang diwawancara mengenai pelaksanaan sebuah program dalam bidang pendidikan, misalnya dalam pelaksanaan program Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada Sekolah Menengah Kejuruan. Fokus Grup dapat digunakan untuk mendapatkan informasi apakah pelaksanaan PKL tersebut sudah sesuai dilaksanakan dengan tujuan awal program untuk kemudian dijadikan bahan dan pertimbangan dalam evaluasi program tersebut. Selain itu fokus grup juga dapat digunakan dalam bentuk :

1. Untuk Kebutuhan Penilaian/Penaksiran

Sebuah universitas lokal ingin mengembangkan program terhadap etnis minoritas dan kelompok budaya di negaranya. Hal ini menuntut fokus grup untuk mendengarkan para penduduk untuk memutuskan tipe program yang lebih bermanfaat bagi mereka. Fokus grup akan ditempatkan diberbagai lokasi dan berbagai bahasa untuk mengumpulkan informasi dari penduduk lokal. Dengan informasi ini universitas akan merancang metode yang paling efektif dalam menyalurkan pelayanan, kelas-kelas, dan berbagai peluang-peluang lainnya.

2. Untuk Merancang Sebuah Program Intervensi (Join-Program)

Departement kesehatan sebuah negara bekerjasama dengan distrik sekolah lokal untuk merancang program peningkatan konsumsi buah dan sayur bagi siswa sekolah dasar. Team ini kemudian membentuk sebuah fokus grup bersama siswa, orangtua, guru, dan staff layanan penyedia makanan untuk mengidentifikasi halangan-halangan dalam mengkonsumsi buah dan sayur, dan untuk mengidentifikasi motivasi dalam mengkonsumsi buah dan sayur. Fokus grup akan menemukan rancangan program yang cocok untuk meningkatkan dan memotivasi anak-anak sekolah dasar untuk mengkonsumsi buah dan sayur serta meminimalisir halangan-halangan yang ada.

3. Untuk Mengevaluasi Pilihan-Pilihan Kebijakan

Ketika departemen sumberdaya alam bermaksud untuk mengubah regulasi dalam berburu, diseleggarakan sebuah fokus grup dengan para pemburu untuk mendapatkan masukan tentang perubahan-perubahan aturan. Seberapa mudah regulasi tersebut dapat dipahami, bagaimana respon dari para pemburu, dan seberapa mudah atruran baru tersebut ditegakkan. Jawaban-jawaban pertanyaan tersebut akan membantu pembuat kebijakan untuk membentuk aturan-aturan yang lebih mudah bagi para pemburu untuk dipahami dan lebih efisien bagi petugas untuk menerapkannya.

4. Untuk mengarahkan Instrumen pengumpulan data tes

Setahun setelah selesainya study terkait menghilangkan kebiasaan merokok, dibentuk sebuah fokus grup bersama dengan partisipan studi untuk mengevaluasi program. Meskipun partisipan memberikan umpan positif terkait program menghilangkan kebiasaan merokok, mereka protes terkait seringnya survei via telfon yang digunakan untuk memperoleh data. Partisipan mengarakan survei telefon terlalu membosankan dan membuat frustasi karena pilihan-pilihan respon berubah-ubah tanpa adanya bentuk visual, partisipan sering tidak mengingat kategori respon seperti apa yang digunakan. Fokus grup dalam hal ini telah digunakan untuk menguji instrumen pengumpulan data dan prosesnya. Telah diidentifikasi masalah yang ada dan memperoleh kebutuhan dan data yang lebih baik.

5. Untuk memahami temuan-temuan analisis kuantitatif

Sebuah sistem layanan kesehatan memonitor performanya dalam menggunakan sistem pengumpulan data kuantitatif. Sebagai pertumbuhan sistem layanan kesehatan, rating untuk staf menurun. Administrator tidak mengetahui bagaimana menginterpretasian skor terendah dan bagaimana cara mengatasinya. Yang diketahui hanyalah skornya menurun dan mereka ingin meningkat kembali. Sebuah organisasi kemudian menyelenggarakan fokus grup ddengan staff, dan menanyai mereka untuk membantu admin memahami mengapa skor/rating menurun dan bagaimana meningkatkannya.

6. Untuk Mengawasi dan Mengevaluasi Kinerja Agensi

Lembaga agensi pusat biasanya menggunakan fokus grup dalam mengawasi iklim kerja para karyawan, untuk meneliti para pekerja terkait sistem sumberdaya manusia, untuk mengevaluasi dan mempromosikan sistem, dan untuk meningkatkan usaha-usaha kerjasama dalam dan antar agensi. Fokus grup telah membantu agensi untuk mengidentifikasi fakor-faktor kunci untik meningkatkan moral, mempersingkat proses promosi, dan meningkatkan kolaborasi dari berbagai tingkatan.Fokus grup juga dapat berguna untuk evaluasi formatif dan sumatif. Digunakan untuk mengumpulkan informasi dari partisipan dan staf serta mencari tau apa yang bekerja, apa yang tidak lagi bakerja, dan bagaimana program dapat ditingkatkan, selain itu fokus grup juga berguna untuk mendengarkan pandangan partisipan dan anggota staffterkait program yang dilaksanakan. Pada akhirnya, Fokus grup diselenggarakan dengan para pembuat keputusan, administrator, staf dan pihak-pihak yang ingin mengevaluasi pembuatan keputusan, pihak pengumpul data, penyedia dan ahli evaluasi data. Fokus grup dan pembuat keputusan akan mengidentifikasi jarak antara data dan apa yang dapat digunakan untuk membuat keputusan serta data-data yang diperlukan. Fokus grup tersebut harus mampu berguna, menyiapkan data yang kredibel tanpa harus membebankan pekerja. Fokus grup dengan ahli evaluasi lebih memungkinkan sistem yang efektif yang dapat menyediakan data yang dibutuhkan oleh pembuat keputusan.

 

C. Karateristik wawancara grup terfokus

Sebuah fokus grup tidak hannya merupakan sebuah grup dimana orang-orang berkumpul bersama dan membicarakan topik. Fokus grup memiliki karakteristik tertentu. Sangat mengejutkan, banyak orang-orang (bahkan para ahli), tidak dapat membedakan secara jelas antara grup diskusi dan fokus grup. Menurut Robert Merton, akademisi yang meneliti fokus grup, dan penyelenggara penelitian fokus grup profesional, ada bebera fitur yang menjadikan fokus grup berbeda:

1. Pertanyaan yang terfokus

Pertanyaan yang digunaan dalam fokus grup secara bertahap dan hati-hati, sehingga lebih terfokus dan lebih spesifik pada topik kunci. Pertannyaan secara bertahap langsung kepeada partisian dalam diskusi, dengan semakin mendetil dan lebih mendalam. Dalam lingkungan interview lainnya, peneliti bisa saja menanyakan pertanyaan yang paling penting sebagai pertanyaan pertama, atau menggunakan pendekatan informasi dan tidak terstruktur. Strategi ini tidak digunakan dalam grup wawancara terfokus.

2. Tidak ada paksaan untuk penyesuaian atau kesepakatan.

Fokus grup berbeda dalam hal mencapai tujuan, tidak untuk mencapai konsensus atau kesepakatan, tidak juga untuk menemukan hanya satu solusi. Beberapa grup seperti sekelompok grup atau metode delphi, dirancang untuk memaksa grup membentuk kesepakatan. Meskipun kesepakatan dapat merupakan tujuan/hasil yang diperhitungkan, tetapi bukan merupakan hal yang utama dalam fokus grup. Fokus grup diselenggarakan untuk mengumpulkan jangkauan opini dan pengalaman. Moderator tidak menekan partisipan untuk sepakat. Bahkan fokus grup sangar menghargai individu yang mempunyai persepsi atau pengalaman yang unik. Suatu cara untuk membedakan berbagai tipe grup adalah dengan mengidentifikasi dimana keputusan dibuat. Dalam fokus grup, proses pembuatan keputusan dilakukan setelah seluruh fokus grup telah selesai menyampaikan rekomendasi yang digunaan sebagai masuka dalam proses pembuatan keputusan oleh penyelenggara. Sedangkan dalam grup diskusi lainnya lebih mendorong untuk membuat keputusan sebagai kesimpulan diskusi.

3. Lingkungan lebih mengizinkan/ramah dan tidak mengancam

Lingkungan fokus grup harus nyaman, moderator harus menjadi sosok yang terbuka untuk mendengar apapun. Moderator berpegang ada aturan dasar bahwa partisipan bisa memiliki pendapat berbeda dan tidak ada jawaban yang salah. Setiap pandangan diterima, dan jika grup terlihat mengarah pada sebuah kesepakatan moderator akan menanyakan apakah ada pandangan yang bebeda. Fokus grup menawarkan lingkungan yang layak dimana individu meresa pendapat mereka dihargai. Partisipan diyakinkan bahwa nama mereka tidak akan dicantumkan dalam laporan. Tujuannya adalah untuk membuat orang-orang senyaman mungkin, sehingga mereka lebih terbuka terhadap apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Fokus grup sering diadakan di tempat-tempat yang sesuai dan diketahui partisipan. Moderator menyambut pertisipan dan membuat mereka nyaman.

4. Partisipan yang homogen

Orang-orang yang diundang dalam fokus grup dikarenakan mereka memiliki suatu kesamaan. Mereka mungkin tinggal di lingkungan yang sama, dalam organisasi yang sama, atau terlibat dalam program yang sama. Bisa juga karena memiliki kesamaan demografi (umur, gender, ras atau etnis). Fokus grup menggunakan partisipan homogen, untuk membantu mengembangkan rasa kesamaan yang menghasilkan wawasan berbagi yang lebih besar. Terkadang terdapat kebingungan terkait homogenitas sampel karena partisipan sangat jarang yang benar-benar homogen. Apa yang dimaksud homogenitas dalam konteks ini adalah partisipan memiliki sesuatu yang sama yang berkaitan dengan topik diskusi. Sebagai contoh. Dalam sebuah studi melibatkan orang tua dan mereka memiliki anak yang masih bersekolah. Para orang tua bisa saja memiliki ras berbeda atau etnis berbeda, beraga pekerjaan, dan berbeda umur, dan beberapa faktor lainnya. Yang ditekankan dalam homogenitas adalah memberikan individu kenyamanan bahwa mereka memiliki kesamaan antar sesama pertisiman, hal ini membantu untuk dapat saling mendengarkan

5. Kapasitas grup yang masuk akal

Kapasitas fokus grup dapat diukur dari sekitar 4 atau 5 orang hingga 12 orang. Jumlah yang paling memungkinkan tergantung dari latar belakang partisipan, kompleksitas topik, dan keahlian moderator. Grup yang lebih besar terdiri dari 9-12 partisipan cenderung lebih berguna dalam topik “konsumen” dan tidak menghasilkan ikatan yang kuat. Grup yang lebih kecil terdiri dari 5-8 orang dan direkomendasikan pada topik yang sensitif dan pribadi, atau partisipan yang dipertimbangkan memiliki pengalaman lebih terkait topik. Resiko dari grup yang lebih besar adalah hasil/ respon yang remeh, dan lebih singkat, sedikit elaborasi dan masukan, karena kendala waktu. Dalam fokus grup diberikan kesempatan setiap 6 orang dapat berbicara sebanyak 2 kali sebagaimana setiap kesempatan bagi 12 orang. Kekayaan fokus grup adalah dalam hal detail dan penjelasan komentar. Elaborasi ini datang dari kecukupan waktu partisipan berbicara.

6. Pola dan trend di uji lintas grup

Sangat jarang sekali hanya diselenggarakan 1 fokus grup. Aturan utama adalah untuk mengadakan 3 atau 4 grup dengan setiap tipe partisipan yang dipilih untuk menganalisa hasil. Jika ingin membandingkan secara jelas adalah dengan membedakan pandangan pria dan wanita dalam berbagai topik, dibentuk 3 atau 4 grup pria dan 3 atau 4 grup wanita.

7. Grup dipandu oleh Moderator yang ahli

Moderator dengan skill yang memadai akan menjadikan proses fasilitasi terlihat mudah. Mereka ramah, terbuka, dan terlibat dengan partisipan sebelum grup dimulai, membuat orang-orang merasa diterima dan nyaman. Mereka memberikan sebuah perkenalan, membantu orang-orang untuk mereasa mereka memiliki cukup informasi untuk mempercayai proses yang akan berlangsung. Moderator berpindah dengan lembut dari suatu pertanyaan ke pertanyaan lainnya. Mereka memiliki rangakian pertanyaan dan sampai ke seluruh pertanyan sesuai waktu yang di alikasikan. Mereka menempatkan orang-orang untk membagikan pandangan mereka secara bebas. Merea tau kapan menggali inforamsi tambahan. Biasanya, kamu ingin seorang moderato menanyakan sebuah pertanyaan, lalu duduk dan mendengar, membiarkan partisipan berinteraksi, membiarkan mereka mendiskusikan pertanyaan. Sebuah fokus grup bekerja dengan baik ketika partisipan mulai membangun pandangan masing masaing dari pada secara berlanjut merespon langsung moderator. Moderator mulai mengurangi peran central ketika partisipan membagikan pengalamannya, perdebatan ide, dan mengajukan saran. Beberapa grup sampai pada tahap ini dengan cepat, sebagian lagi tidak.

8. Analisis sesuai dengan kajian

Salah satu hal yang paling utama dalam aspek fokus grup adalah analisis. Marupakan proses mengidentifikasi tren dan pola antar grup dan menyampaikan maksud. Di dalam beberapa situasi juga digunakan perekam suara, transkrip, dan konten analisis teradap kata-kata yang diucapan partisipan. Di sisi lain, analisis bisa berdasarkan observasi, observasi, studilapangan, dan memori dari team peneliti. Kekakuan dan intensitas analisis harus cocok dengan keadaan. Faktor penting dalam seluruh analisis adalah proses yang sistematis dan teruji. Analisis harus sistematis, mengikuti rancangan rencana dan konsisten dalam penerapannya, serta sesuai dengan situasi. Selain itu harus dapat diuji, dalam hal ini meninggalkan bukti dan jejak, sehingga dapat di review

loading...
artikel kejuruan

No comments:

Post a Comment

Search Post