Laman

11 Jan 2017

Jadi Guru SMK, Gunakan PPG Kolaboratif

image

Kejuruan.net Percepatan pemenuhan guru produktif SMK dengan menggandeng lulusan politeknik belum bisa terlaksana dalam waktu dekat. Politeknik belum menyiapkan lulusannya menjadi tenaga pendidik profesional.

Hal tersebut diungkapkan Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo beberapa waktu lalu. Untuk memenuhi kekurangan 91 ribu guru SMK, Patdono mengatakan, pemerintah akan mendorong lulusan politeknik untuk mengajar.

Untuk mempersiapkan itu, rencananya setiap politeknik membuka program pendidikan profesi guru (PPG). Wakil Direktur Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) Adi Wirawan Husodo menegaskan, hingga saat ini, perencanaan pembangunan pendidikan profesi guru tersebut belum terjadwal.

Sebab, belum ada aturan yang mewajibkan politeknik membuka prodi pendidikan. ”Belum ada bahasan tersebut, baik dari pimpinan kampus maupun pemerintah pusat,” ungkapnya.

Meski belum ada aturan resmi, lanjut Adi, dirinya sudah mengetahui rencana ”menambal” kekurangan guru SMK dari lulusan politeknik.

”Kabar mengenai lulusan politeknik bisa mengajar di SMK tersebut sudah lama. Namun, mekanismenya agar lulusan politeknik bisa mengajar belum dibahas secara detail,” jelasnya.

Adi memprediksi, minat lulusan politeknik untuk mengajar SMK bisa jadi juga minim. Pasalnya, mayoritas lulusan politeknik saat ini masih terserap pada bidang industri. ”Mereka (lulusan politeknik, Red), masih sangat dibutuhkan industri,” tuturnya.

Di tempat terpisah, mantan Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Ismet Basuki menambahkan, kebijakan pemerintah guna merekrut lulusan politeknik tersebut sangat tepat.

Sebab, kekurangan guru SMK di seluruh wilayah cukup besar. Lulusan politeknik dengan jurusan beragam juga akan mempermudah pengembangan banyak kompetensi.

Misalnya, penerbangan, pelayaran, dan agrobisnis. ”Tiga jurusan ini tak ada di kampus kependidikan. Maka, uluran politeknik akan sangat membantu,” jelasnya.

Untuk mekanisme, lulusan politeknik bisa menempuh program PPG kolaboratif yang tersedia di kampus pendidikan.

Selama PPG berlangsung, tempat pendidikan bisa dilakukan di dua kampus berbeda. Bisa di kampus pendidikan dan politeknik itu sendiri. elo | jawapos

loading...
artikel kejuruan

No comments:

Post a Comment

Search Post