Laman

9 Apr 2017

Cara Berpikir Positif dan Definisi Berpikir Positif

Cara berpikir positif dari berbagai pemahaman tentang berpikir dan bersikap positif masih banyak dipahami secara dangkal, masih ada kesan yang menyederhanakan hal tersebut. bahwa, berpikir positif itu sebatas dipahami untuk memikirkan hal-hal positif, beranggapan positif atau beropini positif. Padahal jika dipahami lebih lanjut, ada tiga pengertian yang utuh untuk memahami ajaran berpikir positif. Pertama adalah bagaimana kita menciptakan pikiran positif. Kedua, bagaimana menggunakan pikiran positif. Dan ketiga, upaya melawan berbagai stimulan dari luar atau dari dalam yang mendorong kita untuk berpikir positif.
Berpikir positif adalah cara menghadapi suatu masalah dengan mengambil hikmah dibalik masalah yang dihadapi sehingga tidak menimbulkan konflik/pertentangan. Namun hal tersebut tidak sejalan dengan realita yang ada. Meskipun manusia memiliki kelebihan dari mahluk lain dalam proses berpikir positif manusia masih sangat sulit untuk menerapkan dan merefleksikan dalam pemenuhan kebutuhan. Berpikir positif akan melahirkan kebiasaan-kebiasaan positif seperti : jiwa yang selalu optimis, percaya diri, kreatif dan lain sebagianya.

 
Definisi Berpikir positif
1) Definisi berpikir positif adalah suatu cara berpikir yang lebih menekankan pada hal-hal yang positif, baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun situasi yang dihadapi. Setiap pemikir positif akan melihat setiap kesulitan dengan cara yang gamblang dan polos serta tidak mudah terpengaruh sehingga menjadi putus asa oleh berbagai tantangan ataupun hambatan ynag dihadapi. Individu yang berpikir positif selalu didasarkan fakta bahwa setiap masalah pasti ada pemecahan dan suatu pemecahan yang tepat selalu melalui proses intelektual yang sehat (Peale, 1996).
2) Definsi berpikir positif menurut Sinclair (dalam Eysenck, 1990). menyatakan bahwa individu-individu yang mempunyai pikiran positif cenderung melihat hal yang positif secara lebih baik. Bagi individu yang menggunakan pola pikir positif, maka akan timbul keyakinan bahwa setiap masalah akan ada jalan pemecahannya. Pola pikir positif adalah cara berpikir yang optimis terhadap lingkungan dan dirinya sendiri. Individu yang biasa berpikir positif tidak mudah menyalahkan diri sendiri ataupun lingkungan apabila terjadi kesalahan. Kecenderungan berpikir individu baik positif maupun negatif akan membawa pengaruh terhadap penyesuaian dan kehidupan psikisnya (Goodhart, 1985).
3) Membentuk sikap positif terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan akan membuat seseorang melihat keadaan tersebut secara rasional, tidak mudah putus asa ataupun menghindar dari keadaan tersebut, tetapi justru akan mencari jalan keluarnya (Peale, 1996).
4) Menurut Albrecht (1980) berpikir positif berkaitan dengan perhatian positif (positive attention) dan juga perkataan yang positif (positive verbalization). Perhatian positif berarti pemusatan perhatian pada hal-hal dan pengalaman-pengalaman yang positif, sedangkan perkataan yang positif adalah penggunaan kata-kata ataupun kalimat-kalimat yang positif untuk mengekspresikan isi pikirannya, hal ini pada akhirnya akan menghasilkan kesan yang positif pada pikiran dan perasaan.
“Berpikir Positif” Rasanya sudah tidak aneh mendengar atau membaca kalimat diatas. Berpikir Positif memang sering diucapkan dan malah sering sekali sepertinya digunakan sebagai alasan untuk menerima suatu keadaan sedang dihadapi. Jika kita mau sedikit saja memikirkan Apa sih definisi berpikir positif itu, mengapa kita berpikir positif, untuk apa berpikir positif, dan apa hasilnya berpikir positif. Maka keadaannya jadi sangat berbeda dengan yang selama ini kita peroleh. Beberapa definisi tentang berpikir positif antara lain: (1) Berpikir positif adalah berpikir terhadap sesuatu yang mengandung makna (2) Berpikir positif adalah berpikir terhadap sesuatu tanpa melihat sisi negatifnya (3) Berpikir positif adalah cara menghadapi suatu masalah dengan mengambil hikmah dibalik masalah yang dihadapi sehingga tidak menimbulkan konflik/pertentangan, dan masih banyak lagi definisi atau pengertian tentang berpikir positif yang jika dicermati semuanya mengarah kepada suatu keadaan atau kesediaan untuk menerima masalah yang dihadapi agar tidak terjadi perselisihan yang lebih mendalam.


Berpikir positif merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari tiga komponen, yaitu muatan pikiran, penggunaan pikiran, dan pengawasan pikiran (Ubaedy, 2007: 12-19).
1) Muatan Pikiran
Berpikir positif merupakan usaha mengisi pikiran dengan berbagai hal yang positif  atau muatan yang positif. Adapun yang dimaksud dengan muatan positif untuk pikiran adalah berbagai bentuk pemikiran yang menurut Ubaedy (2007: 13), memiliki kriteria: a. benar (tak melanggar nilai-nilai kebenaran), b. baik ( bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan), dan c. bermanfaat (menghasilkan sesuatu yang berguna).
2) Penggunaan Pikiran
Memasukkan muatan positif pada ruang pikiran merupakan tindakan positif namun tindakan tersebut berada pada tingkatan yang masih rendah jika muatan positif tersebut tidak diwujudkan dalam tindakan nyata. Oleh karena itu isi muatan yang positif tersebut perlu diaktualisasikan ke dalam tindakan agar ada dampak yang ditimbulkan.
3) Pengawasan Pikiran
Dimensi ke tiga dari berpikir positif adalah pengawasan pikiran. Aktivitas ini mencakup usaha untuk mengetahui muatan apa saja yang dimasukkan ke ruang pikiran dan bagaimana pikiran bekerja. Jika diketahui terdapat hal-hal yang negatif ikut masuk ke ruang pikiran maka perlu dilakukan tindakan berupa mengeluarkan hal-hal yang negatif  tersebut dengan menggantinya dengan yang positif. Demikian pula jika ternyata teridentifikasi bahwa  pikiran bekerja tidak semestinya maka dilakukan usaha untuk memperbaiki kelemahan atau kesalahan tersebut.

Berpikir dan bersikap positif merupakan hal yang mudah sekali terbentuk oleh kondisi lingkungan, Setiap dari kita mempengaruhi orang-orang yang kita temui, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini terjadi secara naluriah, dalam pikiran bawah sadar Anda, yang terpancar melalui pikiran dan perasaan, serta bahasa tubuh kita. Orang di sekeliling kita dapat merasakan aura kita dan dipengaruhi oleh pikiran kita, juga sebaliknya
Menjadikan berpikir positif sebagai suatu kebiasaan merupakan suatu kemenangan dalam hidup. Kita akan terbebas dari prasangka-prasangka negatif terhadap orang lain, mampu mengendalikan emosi dengan baik, dapat menjadi sumber ketentramaan, yang akan menciptakan kebahagiaan hidup, sehingga pada akhirnya berdampak baik bagi kesehatan jasmani dan rohani. Berpikir positif harus dijadikan budaya dalam kehidupan sehari-hari, karena banyaknya manfaat yang bisa kita petik.

loading...
artikel kejuruan

No comments:

Post a Comment

Search Post