Laman

9 Apr 2017

Pendekatan Sistem Karakteristik dan Unsur-unsur Sistem

Sistem adalah kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.

Salah satu ciri berpikir sistem adalah kesadaran bahwa suatu sistem tidak akan pernah mungkin untuk mencapai kondisi maksimal, yang ada adalah optimal. Sistem selalu berada dalam kondisi multi dimensi, baik dimensi ruang maupun waktu.Apa yang maksimal pada detik ini mungkin menjadi tidak maksimal pada beberapa waktu kedepan. Apa yang maksimal di laboratorium (dalam ruang), ketika di luar ruang menjadi tidak maksimal.

Sistem berasal dari bahasa latin dan bahasa Yunani adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi.

Pendekatan sistem adalah upaya untuk melakukan pemecahan masalah yang dilakukan dengan melihat masalah yang ada secara menyeluruh dan melakukan analisis secara sistem. Pendekatan sistem diperlukan apabila kita menghadapi suatu masalah yang kompleks sehingga diperlukan analisa terhadap permasalahan tadi, untuk memahami hubungan bagian dengan bagian lain dalam masalah tersebut, serta kaitan antara masalah tersebut dengan masalah lainnya.

Sistem Terbuka (Open Systems) bergesekan dengan semestanya melalui sebuah batasan sistem, artinya batasan ini bersifat flexible, variabel yang akan mempengaruhi sistem bisa dan akan berubah, sehingga sistem hanya bisa optimal, bukan maksimal, karena ketika dimensi waktu berjalan atau ruang berpindah, maka variabel baru yang mempengaruhi interaksi bisa muncul, dan mengubah hasil.

Karakteristik Sistem :

Menurut Louis Rowitz, PhD Illinois Institute for Maternal and Child Health Leadership adalah

1. Systems have a purpose that defines it as a discrete entity that holds it together (Sistem memiliki tujuan yang mendefinisikan itu sebagai entitas /kesatuan berbeda yang memegang tujuan bersama-sama)

2. All parts must be present for a system to carry out its purpose optimally (Semua bagian harus ada untuk melaksanakan tujuannya secara optimal )

3. The order in which parts are arranged affects the performance of a system (Urutan komponen yang disusun mempengaruhi kinerja sistem)

4. Feedback provides information to the system that lets it know how it is doing relative to some desired state (Sistem mencoba untuk menjaga ketepatan / keseimbangan melalui umpan balik)

Pada prinsipnya, setiap sistem selalu terdiri atas empat elemen:

1. Objek, yang dapat berupa bagian, elemen, maupun variabel,. Ia dapat benda fisik, abstrak, mauapun keduanya sekaligus; tergantung kepada sifat sistem tersebut.

2. Atribut, yang menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya.

3. Hubungan Internal, di antara objek-objek di dalamnya.

4. Lingkungan, tempat di mana sistem berada.

Ada beberapa tipe sistem berdasarkan kategori:
1. Atas dasar keterbukaan:
- Sistem terbuka, dimana pihak luar dapat mempengaruhinya.
- Sistem Tertutup.
2. Atas dasar komponen:
-Sistem fisik, dengan komponen materi dan energi.
-Sistem non-fisik atau konsep, berisikan ide-ide.

Konsep Dasar Sistem

Terdapat dua kelompok pendekatan yang digunakan dalam mendifinisikan sistem, yaitu:

1. lebih menekankan pada prosedur yang digunakan dalam sistem dan mendefinisikan sistem sebagai jaringan prosedur, metode, dan cara kerja yang saling berinteraksi dan dilakukan untuk pencapaian suatu tujuan tertentu.

2. lebih menekankan pada elemen atau komponen penyusunan sistem, mendefinisikan sebagai kumpulan elemen baik abstrak maupun fisik yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.

Kedua definisi tersebut sama benarnya dan tidak saling bertentangan, yang berbeda hanyalah cara pendekatan yang dilakukan pada sistem. Karena pada hakekatnya setiap komponen sistem, untuk dapat saling berinteraksi dan untuk dapat memcapai tujuan tertentu harus melakukan sejumlah prosedur, metode, dan cara kerja yang juga saling berinteraksi.

Unsur-unsur atau komponen dasar sistem :

1. Input ialah kumpulan elemen/bagian yang terdapat dalam sistem dan yang

diperlukan untuk dapat berfungsinya sistem tersebut.

2. Proses ialah kumpulan elemen/bagian yang berfungsi mengubah masalah

menjadi keluaran yang direncanakan.

3. Output ialah kumpulan elemen/bagian yang dihasilkan dari berlangsungnya

proses dalam system

4. Feed back (balikan) ialah kumpulan elemen/bagian yang merupakan keluaran

dari sistem dan sekaligus sebagai masukan bagi sistem tersebut.

Sistem memiliki klasifikasi yang dapat membedakan sistem yang satu dengan sistem yang lain, klasifikasi dari sistem sebagai berikut:

1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik.

Sistem abstrak (abstract system) adalah sistem yang berisi gagasan atau konsep, misalnya sistem teknologi yang berisi gagasan tentang hubungan manusia dan tuhan. Sedangkan sistem fisik (physical system) adalah sistem yang secara fisik dapat dilihat, misalnya sistem komputer, sistem sekolah, sistem akuntansi dan sistem transportasi.

2. Sistem pasti (deterministic system) dan sistem tidak tentu (probobalistic system)

Sistem deterministik (deterministic system) adalah suatu sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat, misalnya sistem komputer. Sedangkan sistem probabilistik (probabilistic system) adalah sistem yang tak dapat diramal dengan pasti karena mengandung unsur probabilitas, misalnya sistem arisan dan sistem sediaan, kebutuhan rata-rata dan waktu untuk memulihkan jumlah sediaan dapat ditentukan tetapi nilai yang tepat sesaat tidak dapat ditentukan dengan pasti.

Sistem tertentu adalah sistem yang tingkah lakunya dapat ditentukan/diperkirakan sebelumnya. Sedangkan sistem tidak tentu sistem tingkah lakunya tidak dapat ditentukan sebelumnya. Sistem aplikasi komputer merupakan contoh sistem yang tingkah lakunya dapat ditentukan sebelumnya. Program aplikasi yang dirancangdan dikembangkan oleh manusia dengan menggunakan prosedur yang jelas, terstruktur dan baku.

3. Sistem Tertutup (closed system) dan Sistem Terbuka (open system)

Sistem tertutup (closed system) adalah sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungan, dengan kata lain sistem ini tidak berinteraksi dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya reaksi kimia dalam tabung yang terisolasi. Sedangkan sistem terbuka (open system) adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya sistem perusahaan dagang.

Sistem tertutup merupakan sistem yang tingkah lakunya tidak dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sebaliknya, sistem terbuka mempunyai prilaku yang dipengaruhi oleh lingkungannya. Sistem aplikasi komputer merupakan sistem relative tertutup, karena tingkah laku sistem aplikasi komputer tidak dipengaruhi oleh kondisi yang terjadi diluar sistem.

4. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia

Sistem Alamiah (natural system) adalah sistem yang terjadi karena alam, misalnya sistem tata surya. Sedangkan sistem buatan manusia (human made system) adalah sistem yang dibuat oleh manusia, misalnya sistem komputer.

5. Sistem Sederhana dan Sistem Kompleks

Berdasarkan tingkat kerumitannya, sistem dibedakan menjadi sistem sederhana (misalnya sepeda) dan sistem kompleks (misalnya otak manusia).

loading...
artikel kejuruan

No comments:

Post a Comment

Search Post