Laman

10 Apr 2017

Pengertian Personal Skill dan Social Skill

Personal Skill adalah kecakapan yang dimiliki oleh seseorang  untuk memiliki kesadaran atas eksistensi dirinya dan kesadaran akan potensi dirinya. Kesadaran akan eksistensi diri merupakan kesadaran  atas keberadaan diri. Kesadaran  atas keberadaan diri dapat dilihat dari beberapa sisi. Misalnya kesadaran diri sebagai makhluk Allah, sebagai makhluk sosial, sebagai makhluk hidup, dan  sebagainya. Kesadaran akan potensi  diri adalah kesadaran yang dimiliki seseorang atas kemampuan dirinya. Dengan kesadaran atas kemampuan diri itu seseorang akan tahu kelebihan dan kekurangannya, kekuatan dan kelamahannya. Dengan kesadaran eksistensi diri dan potensi diri, seseorang akan dapat menempuh kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan dan mampu memecahkan masalah hidup dan kehidupannya.

Pengertian kecakapan personal (personal skill) dalam konsepsi ini merupakan kecakapan diri yang diperlukan oleh individu agar seseorang dapat eksis dan mampu mengambil peluang yang positif dalam kondisi kehidupan yang berubah dengan sangat cepat (Widoyoko, 2007: 429).

Personal Skill (Kecakapan Personal) terdiri dari :

1) Kecakapan Mengenal Diri ( Self – Awarness Skill)

Kecakapan mengenal diri meliputi kesadaran sebagai makhluk Tuhan, kesadaran eksistensi diri, dan kesadaran akan potensi diri. Kecakapan mengenal diri pada dasarnya merupakan penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial, bagian dari lingkungan, serta menyadari dan menyukuri kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, sekaligus meningkatkan diri agar bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Walaupun mengenal diri lebih merupakan sikap, namun diperlukan kecakapan untuk mewujudkannya dalam prilaku keseharian. Mengenal diri akan mendorong seseorang untuk beribadah sesuai agamanya, berlaku jujur, bekerja keras, disiplin, terpercaya, toleran terhadap sesama, suka menolong serta memelihara lingkungan. Sikap-sikap tersebut tidak hanya dapat dikembangkan melalui pelajaran agama dan kewarganegaraan, tetapi melalui pelajaran kimia sikap jujur (contoh : tidak memalsukan data hasil pratikum) dan disiplin (contoh : tepat waktu, taat aturan yang disepakati, dan tata tertib laboraturium) tetap dapat dikembangkan.

2) Kecakapan Berfikir (Thinking Skill)

Kecakapan berpikir merupakan kecakapan menggunakan pikiran atau rasio secara optimal. Kecakapan berpikir meliputi :

a) Kecakapan Menggali dan Menemukan Informasi (Information Searching)

Kecakapan menggali dan menemukan informasi memerlukan keterampilan dasar seperti membaca, menghitung, dan melakukan observasi. Dalam ilmu kimia, observasi melalui pengamatan sangat penting dan sering dilakukan.

b) Kecakapan Mengolah Informasi (Information Processing)

Informasi yang telah dikumpulkan harus diolah agar lebih bermakna. Mengolah infomasi artinya memproses informasi tersebut menjadi suatu kesimpulan. Untuk memiliki kecakapan mengolah infomasi ini diperlukan kemampuan membandingkan, membuat perhitungan tertentu, membuat analogi sampai membuat analisis sesuai informasi yang diperoleh.

c) Kecakapan Mengambil Keputusan (Decision Making)

Setelah informasi diolah menjadi suatu kesimpulan, tahap berikutnya adalah pengambilan keputusan. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang selalu dituntut untuk membuat keputusan betapapun kecilnya keputusan tersebut. Karna itu siswa perlu belajar mengambil keputusan dan menangani resiko dari pengambilan keputusan tersebut.

d) Kecakapan Memecahkan masalah (Creatiative Problem Solving Skill)

Pemecahan masalah yang baik tentu berdasarkan informasi yang cukup dan telah diolah. Siswa perlu belajar memecahkan masalah sesuai dengan tingkat berfikirnya sejak dini. Selanjutnya untuk memecahkan masalah ini dituntut kemampuan berpikir rasional, berpikir kreatif, berpikir alternatif, berpikir sistem dan sebagainya. Karena itu, pola-pola berpikir tersebut perlu dikembangkan disekolah, dan selanjutnya diampikasikan dalam bentuk pemecahan masalah.

Social Skill (Kecakapan Sosial)

Social Skill adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mampu berkomunikasi baik secara lisan, maupun tertulis, dan bekerja sama dengan orang lain, baik dalam kelompok kecil maupun kelompok besar. (Widoyoko, 2007: 415).

Komunikasi

Komunikasi merupakan kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. Kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain akan memudahkan ia untuk lebih menyesuaikan diri dengan keadaan yang sedang dihadapi dan lebih mudah dapat meraih simpati orang. Kemampuan berkomunikasi (lisan dan tulisan) diperlukan untuk menghadapi hidup dan kehidupan dengan wajar. Kemampuan itu bukan hanya sekedar dapat berkomunikasi, tetapi juga terkait dengan santun berkomunikasi, tatakrama berkomunikasi, dan sebagainya.

Kerja Sama

Kerja sama merupakan salah satu bentuk kegiatan yang mengarah kepada kebersamaan dan saling bahu membahu antara orang yang satu dengan yang lain. Kemampuan ini dapat meningkatkan rasa persaudaraan yang erat dan rasa saling memiliki satu dengan yang lain sehingga timbullah rasa saling menjaga satu dengan yang lain. Kecakapan bekerja sama sangat diperlukan, karena kehidupan ini dilalui dalam kebersamaan. Kecakapan bekerja sama ini banyak hal yang terkandung di dalamnya, seperti memahami perasaan orang lain, memahami kesukaan orang lain, menghormati orang  lain, dan sebagainya. Kecakapan sosial ini diperlukan oleh setiap orang agar ia mampu menghadapi kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan.

loading...
artikel kejuruan

No comments:

Post a Comment

Search Post