Laman

9 Jun 2017

Bidang Keahlian / Jurusan SMK dan Seperti Apa Belajar di SMK

Pembelajaran di smk menggabungan antara teori dan praktek dengan orientasi pada kesiapan kerja lulusannya. Kurikulum dalam pendidikan smk terkonsentrasi pada sistem pembelajaran keahlian pada kejuruan-kejuruan khusus. karena itu dalam persaingan  global saat ini lulusan smk dipersiapkan menjadi tenaga yang siap terjun ke dunia usaha dan industri.

jurusan di smk

 

Bidang Keahlian SMK
Bagi lulusan smp yang masih bingung bagaimana sebenarnya kelompok program studi dan pembelajaran di smk. Apakah di sebuah sekolah smk itu memiliki semua jurusan? hal tersebut merupakan pertanyaan yang wajar mengingat di smk terdapat banyak jurusan/ program keahlian yang dikelompokan ke dalam 9 bidang keahlian sebagai berikut:

1. Teknologi dan Rekayasa

2. Teknik Informasi dan Komunikasi

3. Kesehatan

4. Agribisnis dan Agroteknologi

5. Perikanan dan Kelautan

6. Bisnis dan Manajemen

7. Pariwisata

8. Seni Rupa dan Kriya

9. Seni Pertunjukan

Biasanya satu sekolah memiliki kelompok satu bidang keahlian dan program keahlian/ jurusan yang ada juga yang sesuai dengan bidang keahlian tersebut. Sebagai contoh misalnya smk kelompok bisnis manajemen maka program keahlian/jurusan yang ada di smk tersebut adalah Administrasi Perkantoran, Akuntansi, Perbankan, Perbankan Syariah, Pemasaran

Begitu juga jika smk kelompok Pariwisata dan lainnya juga memiliki program keahlian/jurusan yang sesuai dengan kelompok bidangnya..

Pelaksanaan Pembelajaran di SMK

Pembelajaran di SMK dilaksanakan dalam kerangka pembentukan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) peserta didik. Pembelajaran di SMK menggunakan paradigma outcome yaitu kompetensi apa yang harus dikuasai peserta didik bukan pembelajaran yang memaksakan apa yang harus diajarkan oleh seorang guru.

Tujuan pendidikan menengah kejuruan dan dua puluh tiga SKL SMK merupakan outcome tuntutan kompetensi yang harus dikusai peserta didik. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran berorientasi hasil terstandar (outcome-based education). Pembelajaran di SMK dikembangkan untuk membangun SKL pada setiap individu peserta didik. SKL merupakan outcome sebagai hasil kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik.

Setiap peserta didik harus menjalani pembelajaran pada semua mata pelajaran normatif, adaptif, produktif, muatan lokal dan pengembangan diri. Kelompok normatif adalah mata pelajaran yang dialokasikan secara tetap yang meliputi Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, dan Seni Budaya. Kelompok adaptif terdiri atas mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi, dan Kewirausahaan. Kelompok produktif terdiri atas sejumlah mata pelajaran yang dikelompokkan dalam Dasar Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan.

Kelompok adaptif dan produktif adalah mata pelajaran yang alokasi waktunya disesuaikan dengan kebutuhan program keahlian, dan dapat diselenggarakan dalam blok waktu atau alternatif lain. Materi pembelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan disesuaikan dengan kebutuhan program keahlian untuk memenuhi standar kompetensi kerja di dunia kerja.


Selanjutnya juga terdapat pelajaran muatan lokal yang merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri.

Saat ini paradigma pembelajaran di smk sudah diarahkan untuk memperhatikan demand driven artinya pembelajran di smk harus sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri yang mengacu kepada standar kompetensi kerja nasional indonesia(SKKNI),

Enak mana masuk smk atau sma pertanyaan ini sering kali muncul dari para siswa yang telah lulus smp dan bingung ingin melanjutkan sekolah ke sma atau smk.

Bagusnya pilih sma atau smk jawaban dari pertanyaan tersebut sangatlah relatif mengingat ada banyak orang sukses sebelumnya telah menjatuhkan pilihannya untuk sekolah di smk dan juga demikian di sma juga telah banyak melahirkan orang-orang sukses dan keduanya juga sama – sama memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

loading...
artikel kejuruan

No comments:

Post a Comment

Search Post