Laman

9 May 2016

Pembelajaran Tuntas/Mastery Learning

Belajar tuntas dapat diartikan sebagai penguasaan (kompetensi) peserta didik secara penuh terhadap seluruh bahan yang dipelajari. Hal ini berlandaskan pada suatu gagasan bahwa kebanyakan peserta didik dapat menguasai apa yang diajarkan di sekolah dan di DU-DI, bila pembelajaran dilakukan secara sistematis Muhammad Ali (1987:95)

KTSP SMK adalah kurikulum berbasisis kompetensi menganut prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) untuk dapat menguasai sikap (attitude), pengetahuan (knowledge), dan keterampilan (skills) agar dapat bekerja sesuai dengan profesinya.

Untuk dapat belajar secara tuntas perlu dikembangkan prinsip pembelajaran (1) Learning by doing (belajar melalui aktivitas/kegiatan nyata, yang memberikan pengalaman belajar bermakna) yang dikembangkan menjadi pembelajaran berbasis produksi, (2) Individualized learning yaitu pembelajaran dengan memperhatikan keunikan setiap individu.

Bloom menggambarkan mengenai belajar tuntas sebagai berikut :
a. Dalam kondisi belajar optimal, sebagian besar peserta didik
dapat menguasai secara tuntas apa yang diajarkan;
b. Tugas pengajar perlu mencari sarana dan sumber belajar yang memungkinkan peserta didik dapat menguasasi secara tuntas suatu kompetensi;
c. Bakat yang berbeda-beda terhadap suatu bidang/program keahlian berdampak pada jumlah waktu yang diperlukan untuk menguasai secara tuntas bidang/program keahlian;
d. Dengan diberikan waktu belajar cukup, hampir semua peserta didik dapat mencapai target kompetensi tuntas;
e. Setiap peserta didik harus memahami sifat tugas yang dipelajari dan prosedur yang diikuti dalam belajar;
f. Akan sangat bermanfaat bila disediakan beberapa kemungkinan media pengajaran dan kesempatan belajar;
g. Guru hendaknya menyediakan dan memberikan catu balik dan perbaikan bagi kesalahan dan kesulitan belajar;
h. Guru harus mencari berbagai cara untuk memperoleh waktu
yang diperlukan peserta didik untuk belajar;
i. Perumusan Indikator/kriteria kinerja suatu kompetensi dasar adalah merupakan prakondisi bagi belajar tuntas;
j. Proses pembelajaran lebih baik jika bahan pelajaran dipecah menjadi unit-unit kecil, dan memberikan tes setiap akhir
unit tersebut;
k. Usaha belajar peserta didik ditingkatkan apabila diadakan kelompok kecil terdiri 2-3 orang untuk bertemu secara teratur untuk menelaah hasil tesnya, dan dapat saling membantu mengatasi kesulitan belajar berdasarkan hasil tes itu. Penilaian terakhir terhadap hasil belajar harus berdasarkan pada tingkat penguasaan yang dinyatakan dalam kompetensi dasar dan indikator kinerja.

Pembelajaran Tuntas/Mastery Learning memungkinkan peserta didik dapat menguasasi secara tuntas berdasarkan pada tingkat penguasaan yang dinyatakan dalam kompetensi dasar

loading...
artikel kejuruan

No comments:

Post a Comment

Search Post