Laman

23 Sep 2017

Bimbingan Karir Di Perguruan Tinggi

Program bimbingan karir di lingkungan perguruan tinggi memiliki sejarah yang cukup panjang. Pada fase awal, pengajaran ataupelatihan yang berkaitan dengan karir atau pekerjaan telah menjadisubjek pembicaraan pada perkuliahan umum yang kemudian jugadiikuti oleh bahasan mengenai kesehatan, moral, sikap, dan berbagaitopic tentang kehidupan lainnya. Maverick (1926) seperti dikutip dariFolsom dan Reardon (2001) mengemukakan bahwa terdapatpengajaran tentang bimbingan kejuruan pada pelatihan peserta didik baru di awal tahun 1911. Pada tahun 1921, pelatihan bimbingan karirditawarkan pada mahasiswi di Coulumbia University dengan judul‚Professional Occupation: Their Scope, Functions, and Newerdevelopments.

Pada umumnya, pelatihan bimbingan karir bermunculan karenatuntutan jaman. Semakin majunya dunia kerja memaksa lembagapendidikan tinggi untuk dapat lebih menyiapkan para alumninya agarmemilki kualitas dan persiapan yang matang untuk memasukikompetisi di dunia kerja tersebut.Dalam Maverick (1926), pelatihan bimbingan yang berkaitan dengankarir telah ditemukan dan digunakan di kalangan perguruan tinggisejak awal tahun 1900an. Reardon dan Byron (2001) telah menemukanlebih dari 80 artikel yang membahas tentang pelatihan bimbingankarir ini, tersebar di berbagai universitas di Amerika. Lebih lanjut lagi,Hoppock (1932) telah menyusun katalog yang berisi tentanggambaran-gambaran 18 pelatihan bimbingan karir di univeristas padaawal tahun 1930an. Pelatihan bimbingan karir tersebut ditawarkan di berbagai jurusan dan level pendidikan tinggi.Carter dan Hoppock (1961) seperti dikutip dari Folsom dan Reardon(2001) berpendapat bahwa orang yang pertama kali mengembangkanpelatihan bimbingan karir adalah Edgar J. Wiley pada tahun 1923.Meskipun begitu, Borrow (1960) disebut-sebut sebagai orang pertamayang memaparkan pelatihan bimbingan karir secara komperehensif.Pelatihan bimbingan karir yang dikembangkan oelh Borrow disebut ‘Vocational Planning’ dan ditawarkan di perkuliahan umum Universitas Minnesota pada tahun 1932.

Untuk selanjutnya, Borrowdan Lindsey (1959) menulis buku pelatihan bimbingan karir ‘VocationalPlanning for College Students’ yang diterbitkan oleh Prentice-Hall.Pada tahun 1974, Devlin mengadakan riset untuk meneliti pelatihan bimbingan karir di level universitas. Hasil dari riset tersebutmenyatakan bahwa 75 universitas menawarkan pelatihan bimbingankarir pada peserta didik nya dan 123 lainnya berencana untukmengadakan pelatihan bimbingan karir untuk para peserta didiknya. Devlin juga menyimpulkan bahwa terdapat tiga poin pentingyang ditekankan dalam pelatihan bimbingan karir tersebut yaitu,faktor dalam memilih karir, informasi karir, dan teknik mencaripekerjaan. Ripley (1975) berpendapat bahwa bermunculannyapelatihan bimbingan-pelatihan bimbingan karir terkait denganpermasalahan terbatasnya penyerapan tenaga kerja sehinggadibutuhkan kesiapan yang matang untuk memasuki dunia kerja.Meskipun begitu, Goldstein (1977) mengatakan bahwa tidak semuauniversitas menerima program pelatihan bimbingan karir ini dengan baik, beberapa diantaranya menolak program ini dan menganggap bahwa program pelatihan bimbingan karir ini tidak sesuai dengantujuan akademis universitas atau tidak menunjang kemajuanakademis.

Universitas yang menolak program pelatihan bimbingankarir ini seringkali menyebutnya dengan sebutan ‘creepingvocationalism’. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Reardon, Zunker, dan Dyalpada tahun 1979. Mereka meneliti 458 universitas di berbagai daerahdi Amerika untuk mempelajari lebih lanjut tentang peran dan fungsipelayanan pelatihan bimbingan karir. Dari 299 responden, 29 percent(87) menyatakan bahwa program pelatihan bimbingan karir tersediadi kampus mereka dan 33 percent mengatakan bahwa programpelatihan bimbingan karir telah dipelajari sebelumnya di sekolahmereka. Dalam hal ini, ketiga peneliti diatas menyimpulkan bahwadisamping keraguan Goldstein akan penerimaan universitas terhadapprogram pelatihan bimbingan karir, terdapat respon postitif dari parapelaku pendidikan di universitas. Dalam penelitian yang lebih luas,Haney dan Jowland (1978) menemukan bukti penyebaranpertumbuhan pelatihan bimbingan karir pada tahun 1970an.Penelitian ini melibatkan 2400 universitas yang memiliki program 2 tahun atau 4 tahun. Dari semua responden tersebut, 38 persen (353) dilaporkan memiliki pelatihan bimbingan karir dalam satuan kreditsemesternya.Dua orang peneliti, Mead dan Korschgen, meneliti secara random duauniversitas dari setiap negara bagian (ada sekitar 50 negara bagianyang diteliti) untuk mempelajari bagaimana pelatihan bimbingan karirditerapkan di universitas tersebut.

Hasil dari penelitian tersebutmenyimpulkan bahwa terdapat 62% yang menawarkan pelatihan bimbingan karir pada mata kuliahnya. Pelatihan bimbingan karirtersebut meliputi tiga bagian umum pelatihan yaitu pembuatankeputusan karir, persiapan pencarian kerja dan persiapan penjurusandisiplin ilmu.Folsom dan Reardon (2001) menjelaskan bahwa dalam survey nasionalterbaru di Amerika, Collin (1998) melakukan survey pada tahun 1997terhadap 1.688 peserta didik yang tergabung dalam National Association of Colleges and Employers. Collin menemukan 30%diantaranya memiliki satuan kredit dalam pelatihan bimbingan karir.Pelatihan bimbingan karir ini telah ditawarkan sejak tahun 1981. Duapeneliti lainnya, Halasz dan Kempton (2000), seperti dikutip Folsomdan Reardon (2001) menemukan bahwa 70% atau 28 dari 40universitas yang diteliti menawarkan program pelatihan bimbingankarir sebagai salah satu mata kuliahnya.

Brawn dan Krane (2000) menegaskan bahwa pelatihan bimbingankarir yang efektif meliputi lima aspek:

a. Klien bisa memperjelas rencana karir dan tujuan hidup dalamtulisan.

b. Tersedianya tes untuk menguji hasil dari bimbingan karir.

c. Menyediakan informasi yang akurat tentang karir yang dipilihklien, baik itu untung dan ruginya.

d. Klien melakukan pelatihan bimbingan karir dengan ahli yangsudah berkecimpung dalam dunia bimbingan karir.

e. Membimbing klien dalam mengembangkan jaringan pendukungsesuai dengan bidang pekerjaan yang dipilihnya.

Brown dan Krane juga menyarankan agar setiap pelatihan bimbingankarir setidaknya mengandung tiga dari lima aspek yang telahdisebutkan diatas. Cepatnya perkembangan program pelatihan bimbingan karir dalam beberapa tahun terakhir ini membuat programini memiliki jangkauan internasional. Banyaknya buku tentang bimbingan karir merupakan bukti nyata bahwa studi tentang karirmasih diminati dan diperlukan oleh masyarakat.Pelatihan bimbingan karir di lingkungan universitas pada dasarnyaadalah pola umum perbuatan pembimbing atau dosen terhadap klienatau mahpeserta didik dalam wujud hubungan bantuan. Pembimbingmenjalankan hubungan bantuan dengan peserta didik dalam artian bahwa ia bersedia menciptakan sistem lingkungan yang kondusifuntuk membantu perkembangan mahpeserta didik dalam:

a. Pemahaman dan penilaian peserta didik terhadap dirinyaterutama yang menyangkut potensi dasar (bakat, minat, sikap,kecakapan dan cita-cita).

b. Pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai yang ada padadirinya dan masyarakat sekitar.

c. Pengetahuan peserta didik dalam memahami lingkunganpekerjaan yang berhubungan dengan potensi dirinya serta jenis- jenis pendidikan dan pelatihan yang mungkin diperlukan untuk bidang karir tertentu.

d. Mengatasi mengatasi hambatan-hambatan yang disebabkan olehfaktor dalam (dari diri sendiri) dan faktor luar (keluarga danlingkungannya).

e. Merencanakan masa depan karir mahasiwa.Dalam pola bimbingan karir di atas, akan membantu dalampembuatan dan pelaksanaan rencana karir, sekaligus penilaianterhadap diri sendiri dan lingkungannya. Ketika semua tujuan bimbingan karir tercapai secara baik, maka mahaiswa akan mencapaikesuksesan perjalanan hidup yang bermakna horizontal dan vertical.Horizontal berarti hubungan dengan sesame manusia lainnya danvertical berarti hubungan manusia dengan Tuhan.Pola bimbingan karir tersebut juga menunjukkan bahwa setiap tujuan bimbingan karir bersifat situasional; atau dalam penggunaannya bergantung pada sasaran perilaku peserta didik yang akandikembangkan.

loading...
artikel kejuruan

No comments:

Post a Comment

Search Post