Laman

25 Sep 2017

Bimbingan Karir pada Persekolahan di Indonesia

Di Indonesia sendiri program ini masuk dan diadopsi oleh lembaga pendidikan pada tahun 1950, yang kemudian terwadahi dalam layanan bimbingan dan penyuluhan, yang kini disebut bimbingan dan konseling. Ini diawali dari kebutuhan penjurusan peserta didik pada jenjang pendidikan menengah atas. Selanjutnya, pada tahun 1984 bersamaan dengan diberlakukannya Kurikulum 1984, bimbingan karir cukup terasa mendominasi dalamlayanan bimbingan dan penyuluhan, dan pada tahun 1994, bersamaandengan perubahan nama bimbingan penyuluhan menjadi bimbingandan konseling, bimbingan karir ditempatkan sebagai salah bidang bimbingan.Sampai dengan sekarang ini bimbingan karir tetap masih merupakansalah satu bidang bimbingan, yang diintergrasikan dalam konsteksKecakapan Hidup (Life Skill). Beberapa penjabaran materi bidang bimbingan karir pada jalur pendidikan formal diarahkan pada : (1)Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan kariryang hendak dikembangkan; (2) Pemantapan orientasi dan informasikarir pada umumnya dan karir yang hendak dikembangkan padakhususnya; (3) Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja danusaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dantuntutan hidup berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;(4) Pengenalan berbagai lapangan kerja yang dapat dimasuki; (5)Orientasi dan informasi terhadap pendidikan tambahan danpendidikan yang lebih tinggi, khususnya sesuai dengan karir yang hendak dikembangkan.

Bimbingan Karir Bermula dari Bimbingan Jabatan

Istilah bimbingan karir bermula dari Isitilah vocational guidance. Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh Frank Pearson pada tahun 1908 ketika ia berhasil membentuk suatu lembaga yang bertujuan untuk membantu anak-anak muda dalam memperoleh pekerjaan. Pada awalnya penggunaan istilah vocational guidance lebih merujuk pada usaha membantu individu dalam memilih dan mempersiapkansuatu pekerjaan, termasuk didalamnya berupaya mempersiapkankemampuan yang diperlukan untuk memasuki suatu pekerjaan. Konsep bimbingan yang bermula di Amerika Serikat ini dilatari oleh berbagai kondisi obyektif pada waktu itu, diantaranya : (1) keadaan ekonomi; (2) keadaan sosial, seperti urbanisasi; (3) kondisi ideologis,seperti adanya kegelisahan untuk membentuk kembali danmenyebarkan pemikiran tentang kemampuan seseorang dalam rangkameningkatkan kemampuan diri dan statusnya; dan (4) perkembanganilmu (scientific), khususnya dalam bidang ilmu psiko-fisik danpsikologi eksperimantal, Atas desakan kondisi tersebut, makamuncullah gerakan vocational guidance yang kemudian tersebar keseluruh Negara, termasuk ke Indonesia. Pada tahun 1951, para ahli mengadakan perubahan pendekatan dari model okupasional (occupational) ke model karir (career ). Kedua model ini memiliki perbedaan yang cukup mendasar, terutama dalam landasan individu untuk memilih jabatan. Pada model okupasi onallebih menekankan pada kesesuaian antara bakat dengan tuntutan danpersyaratan pekerjaan. Sedangkan pada model karir, tidak hanyasekedar memberikan penekanan tentang pilihan pekerjaan, namunmencoba pula menghubungkannya dengan konsep perkembangandan tujuan-tujuan yang lebih jauh sehingga nilai-nilai pribadi, konsepdiri, rencana-rencana pribadi dan semacamnya mulai turutdipertimbangkan.Bimbingan karir tidak hanya sekedar memberikan respon kepadamasalah-masalah yang muncul, akan tetapi juga membantumemperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukandalam pekerjaan. Penggunaan istilah karir didalamnya terkandungmakna pekerjaan dan jabatan sekaligus rangkaian kegiatan dalammencapai tujuan hidup seseorang. Hattari (1983) menyebutkan bahwaistilah bimbingan karir mengandung konsep yang lebih luas.Bimbingan jabatan menekankan pada keputusan yang menentukanpekerjaan tertentu sedangkan bimbingan karir menitikberatkan padaperencanaan kehidupan seseorang dengan mempertimbangkankeadaan dirinya dengan lingkungannya agar ia memperolehpandangan yang lebih luas tentang pengaruh dari segala perananpositif yang layak dilaksanakannya dalam masyarakat.

loading...
artikel kejuruan

No comments:

Post a Comment

Search Post